Komisi III Soroti Keterbatasan Sistem Ventilasi Terowongan Selili, Minta Blower Ditambah Sebelum Uji Coba

medianusantara.co

SAMARINDA – Progres pembangunan Terowongan Selili yang hampir rampung kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Salah satu hal yang disorot adalah belum optimalnya sistem sirkulasi udara di dalam terowongan, menyusul belum terpasangnya seluruh unit blower yang direncanakan.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan keprihatinannya saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek bersama jajaran Dinas PUPR Kota Samarinda belum lama ini.

Dalam kunjungan tersebut, Deni mendapati bahwa dari total enam blower yang sebelumnya dirancang, baru dua unit yang sudah terpasang.

“Dari hasil pengecekan kami, hanya dua blower yang sudah terpasang. Padahal kebutuhan idealnya lebih banyak karena terjadi penambahan panjang terowongan dari desain awal,” jelasnya, Sabtu (19/7/2025).

Deni menjelaskan, perubahan panjang terowongan sekitar 72 meter lebih panjang dari rancangan awal yang secara otomatis berdampak pada kebutuhan sistem ventilasi yang lebih besar.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan penghitungan teknis, setidaknya diperlukan sepuluh unit blower agar sirkulasi udara di dalam terowongan dapat berjalan optimal.

“Kami mendapat informasi dari teknis bahwa dengan penambahan panjang, maka jumlah blower yang dibutuhkan naik. Jadi bukan hanya enam, melainkan sepuluh unit. Ini tentu harus dikaji ulang sebelum terowongan digunakan,” tuturnya.

Menurut Deni, sistem ventilasi memiliki peran vital, bukan hanya untuk kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga untuk keselamatan, terutama dalam kondisi darurat seperti asap kendaraan atau potensi kebakaran.

Oleh karena itu, ia meminta agar seluruh perangkat pendukung keselamatan, termasuk blower tambahan, disiapkan secara menyeluruh sebelum terowongan diresmikan dan dibuka untuk publik.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menunggu presentasi teknis dari tim perencana dan konsultan proyek dalam waktu dekat. Hasil kajian dan penjelasan teknis tersebut akan menjadi bahan evaluasi lanjutan oleh DPRD.

“Kami ingin pastikan bahwa Terowongan Selili tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga layak dan aman saat mulai digunakan. Ventilasi adalah salah satu hal krusial yang tak boleh diabaikan,” tukasnya. (Adv/AL)

medianusantara.co Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *