SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda kembali menggulirkan rencana pembenahan Pasar Segiri sebagai bagian dari program penataan kawasan pusat kota.
Gagasan ini mendapat dukungan dari kalangan legislatif, terutama DPRD Samarinda yang menilai revitalisasi tersebut sebagai langkah penting dalam memperbaiki wajah kota.
Maswedi, anggota Komisi III DPRD Samarinda, menyampaikan bahwa kondisi Pasar Segiri saat ini membutuhkan penataan menyeluruh, mengingat kepadatan aktivitas dan infrastruktur yang tidak lagi memadai.
“Penataan harus dilakukan bertahap, mengingat kondisi pasar yang padat dan tata kelola yang masih semrawut. Revitalisasi perlu dilakukan untuk memperbaiki sanitasi dan mengurangi kesan kumuh,” ujarnya, Senin (21/7/2025).
Ia menambahkan, pembenahan kawasan pasar tidak hanya berfokus pada bangunan, tetapi juga mencakup area sekitarnya seperti bantaran sungai dan ruang terbuka hijau. Upaya ini, kata Maswedi, merupakan bagian dari strategi pengurangan kawasan kumuh di pusat kota.
“Penertiban ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan, terutama di titik-titik vital seperti pasar,” katanya.
Maswedi juga mengingatkan bahwa desain baru Pasar Segiri sebaiknya mengakomodasi kebutuhan masyarakat luas, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kerakyatan. Ia membayangkan pasar tradisional yang tampil lebih modern, namun tidak kehilangan fungsi sosialnya.
“Pasar yang akan datang harus memiliki fasilitas sanitasi yang layak, jalur evakuasi yang jelas, dan kenyamanan bagi pengunjung. Dengan begitu, Pasar Segiri bisa menjadi contoh pasar rakyat yang tertib, aman, dan tetap hidup,” jelasnya.
Meski demikian, ia menyadari bahwa perubahan besar seperti ini tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menekankan perlunya kerja sama lintas sektor agar revitalisasi berjalan konsisten dan berkelanjutan.
“Kalau semua pihak komit, saya optimis dalam beberapa tahun ke depan, wajah Pasar Segiri akan benar-benar berubah menjadi lebih baik,” pungkas Maswedi. (Adv/AL)
Leave a Reply