DPRD Samarinda Dorong Pemkot Berikan Subsidi Seragam Sekolah, Respons Harga yang Dinilai Mencekik

medianusantara.co

SAMARINDA – Tingginya harga seragam sekolah yang dikeluhkan para orang tua murid mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Samarinda.

Komisi IV DPRD bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) beberapa waktu lalu menggelar rapat untuk membahas solusi konkret, salah satunya melalui pemberian subsidi dari pemerintah kota.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan bahwa langkah pertama yang bisa diambil adalah penetapan harga acuan untuk seragam sekolah. Hal ini penting agar koperasi di lingkungan sekolah tidak menjual seragam dengan harga yang melebihi kewajaran.

“Harga seragam di beberapa koperasi sekolah jauh di atas rata-rata pasar. Ini yang membuat masyarakat keberatan. Penyesuaian harga harus segera dilakukan,” ujar Novan, Selasa (22/7/2025).

Ia menilai, meski bahan seragam bisa bervariasi, tetap perlu ada batas atas harga sebagai upaya mencegah lonjakan yang tidak rasional. Beberapa item yang paling banyak disorot adalah seragam harian, batik, hingga pakaian olahraga.

Novan menambahkan, keluhan soal harga seragam bukan hal baru, namun tahun ini jumlah pengaduan meningkat signifikan. Menurutnya, situasi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat beban biaya pendidikan semakin terasa berat.

“Ketika harga kebutuhan pokok naik, sementara biaya pendidikan juga melonjak, maka tidak heran jika orang tua merasa terbebani. Seragam jadi salah satu pemicunya,” ucap politisi Partai Golkar itu.

Tak hanya soal seragam, DPRD juga menyoroti pungutan tambahan di sekolah seperti biaya tes IQ dan asuransi siswa. Ia menilai hal-hal semacam itu seharusnya tidak diwajibkan, terlebih jika sifatnya tidak esensial.

“Banyak laporan dari orang tua yang mengeluhkan biaya tambahan yang sifatnya tidak mendesak. Ini harus dikaji ulang. Pendidikan tidak boleh menjadi beban yang berlebihan bagi masyarakat,” tegas Novan.

Untuk solusi jangka menengah, DPRD Samarinda mengusulkan agar Pemerintah Kota mengalokasikan anggaran khusus melalui APBD untuk membantu pembelian seragam bagi siswa, terutama jenis batik dan seragam olahraga yang belum semua orang tua mampu belikan.

“Mulai tahun anggaran 2026, kami mendorong adanya subsidi seragam dari APBD. Minimal untuk jenis batik dan olahraga, agar tidak semua ditanggung orang tua,” tutupnya. (Adv/AL)

medianusantara.co Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *