SAMARINDA – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Timur secara resmi membuka pendaftaran calon ketua umum untuk masa bhakti 2025-2028, sejak Selasa (26/8/2025).
Dengan dibukanya pendaftaran kandidat ketua umum tersebut menandakan tahapan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kaltim telah dimulai untuk mencari nakhoda baru tiga tahun mendatang.
Ketua DPD KNPI Kaltim Aris Nur Huda menerangkan Musda ini merupakan pesta demokrasi bagi seluruh pemuda, khususnya Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan DPD Kabupaten Kota untuk menentukan pilihan mencari nakhoda baru.
Tentu siapapun yang berkeinginan maju dipersilahkan untuk mengambil formulir, selama mampu memenuhi persyaratan yang ada sebagaimana termaktub dalam AD/ART.
“Bahwa kali ini ialah Musda dengan parade ide dan gagasan. Bukan hanya yang penting terpilih, tapi ada value. Artinya kita tahu dari Musda ini akan lahir ide-ide konstruktif demi kemajuan pembangunan daerah, menciptakan kedamaian dan keharmonisan serta mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” tegas Aris, di Media Center KNPI Kaltim, Jalan Kadrie Oening, Samarinda, Selasa (26/8/2025).
Aris menerangkan dalam rangkaian kegiatan Musda ini nantinya juga akan ada Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan simposium pemuda. Di mana, hal tersebut dilakukan sebelum musda dan bertujuan untuk mengasah khasanah keilmuan serta isu yang relevan untuk kepemimpinan kepemudaan tiga tahun ke depan.
Ia menjelaskan sebagaimana visi “activistpreneur” yang dicanangkan oleh M Ryano Panjaitan selaku Ketua DPP KNPI, diyakini dapat melahirkan para aktivis muda yang bermoral, berintelektual, mandiri secara ekonomi, kreatif, dan disiplin.
“Ketika ini dikombinasikan maka akan menjadi kekuatan yang besar untuk pemuda Kaltim ke depan. Dan kita benar-benar jaya,” tegasnya.
Ketua Steering Committee (SC), Hairul Huda menyampaikan tahapan pendaftaran dan pengembalian formulir ini dilakukan sejak hari ini hingga Sabtu, 6 September mendatang.
Nantinya kata Huda, SC akan melakukan verifikasi berkas para kandidat yang mengembalikan formulir. Tak berhenti di situ, pihaknya juga akan melakukan verifikasi OKP yang ada di Kaltim.
“Kalau di pusat itu ada sekitar 191 OKP. Tapi untuk di Kaltim sendiri berkisar 105 OKP,” tuturnya.
Huda mengaku beberapa hari yang lalu telah bertemu dengan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji di kantornya. Pemprov diyakini secara substansi mendukung perhelatan akbar KNPI Kaltim yang dilaksanakan di Balikpapan pada 8-9 September mendatang.
“Tentu kami minta Pak Gubernur maupun Wakil Gubernur untuk bisa hadir di kegiatan nanti,” ucapnya.
Ia pun menjabarkan terkait tujuh poin utama yang harus dipenuhi untuk dapat menjadi calon ketua KNPI Kaltim, di antaranya yakni warga Indonesia, belum memasuki usia 41 tahun saat pendaftaran, tidak melebihi dua periode sebagai ketua, pernah/sedang menjabat sebagai pimpinan atau pengurus daerah KNPI dibuktikan SK kepengurusan masing-masing lembaga.
Selanjutnya, mendapatkan minimal rekomendasi dari 1 DPD KNPI Kabupaten Kota dan 10 OKP tingkat provinsi. Menyampaikan daftar riwayat hidup dan pokok pikiran melalui visi misi. Melampirkan SKCK dari Kepolisian dan bebas narkoba. Dan terakhir yakni menyerahkan biaya sebesar Rp50 juta.
Leave a Reply