SAMARINDA – Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu proses penting dalam perjalanan akademik mahasiswa, terutama bagi mereka yang dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional di bidang sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Melalui PKL, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga belajar bagaimana menghadapi dinamika sosial yang sesungguhnya. Di sinilah proses pembentukan karakter dan profesionalisme mulai diuji.
Hal tersebut tergambar dalam pelaksanaan PKL di Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, khususnya pada Divisi Zakat dan Wakaf.
Mahasiswa tidak sekadar hadir untuk menjalani tugas administrasi, tetapi juga berkesempatan terlibat langsung dalam kegiatan yang menyentuh masyarakat.
Salah satunya dengan mengikuti program pengobatan gratis bagi lansia di Kampung Zakat Muang Dalam, Kelurahan Lempake. Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut menjadi pembelajaran lapangan yang sangat relevan.
Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran tekanan darah, pemberian obat-obatan secara gratis, penyaluran paket sembako, hingga edukasi kesehatan.
Seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menunjukkan bagaimana lembaga pemerintah berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Bagi para lansia, kegiatan ini menjadi berkah tersendiri. Banyak di antara mereka memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan karena faktor usia, ekonomi, maupun jarak fasilitas.
Bahkan, kehadiran program ini memberikan bantuan nyata sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian yang layak.
Di sisi lain, mahasiswa PKL memperoleh manfaat yang tidak kalah besar. Interaksi langsung dengan masyarakat mengajarkan mereka tentang empati, komunikasi interpersonal, dan pentingnya kerja kolaboratif.
Mahasiswa belajar memahami kebutuhan masyarakat, mengelola kegiatan di lapangan, hingga beradaptasi dengan berbagai situasi yang tidak selalu tercantum dalam buku teks perkuliahan.
Lebih dari itu, keterlibatan dalam kegiatan sosial seperti ini menanamkan nilai-nilai kepekaan sosial dan etika pelayanan publik. Proses belajar di lapangan inilah yang pada akhirnya membentuk sarjana yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga matang secara karakter.
Program pengabdian masyarakat yang digagas oleh Kementerian Agama Samarinda ini menjadi bukti bahwa PKL adalah sarana strategis dalam mencetak profesional muda.
Mahasiswa bukan hanya memenuhi tuntutan akademik, melainkan juga mempersiapkan diri menghadapi realitas pekerjaan yang menuntut dedikasi, kemampuan adaptasi, dan sikap peduli terhadap sesama.
Dalam konteks pendidikan tinggi, kegiatan seperti ini selayaknya terus diperkuat. Semakin sering mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan nyata di masyarakat, semakin kuat pula fondasi profesionalisme mereka.
Sebab, pendidikan sejati bukan hanya tentang menguasai teori, tetapi juga tentang bagaimana teori itu dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Opini | Salsa Febriana Putri
Nim | 2241913018
Mahasiswa PKL UINSI Kemenag Kota Samarinda








Leave a Reply