Close Menu
    What's Hot

    Eks Kadisdik Muara Enim Belum Tersangka Meski Terima Suap, Ini Kata KPK

    June 9, 2026

    Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga Akibat Rupiah Melemah : Okezone Economy

    June 9, 2026

    Komdigi Sebut 64 Platform Penuhi Penilaian Mandiri PP Tunas

    June 9, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » Mirip RI, MSCI Pernah Mendepak Ratusan Saham Negara Lain: China Parah!
    Uncategorized

    Mirip RI, MSCI Pernah Mendepak Ratusan Saham Negara Lain: China Parah!

    adminBy adminMay 14, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Jakarta, CNBC Indonesia – Evaluasi berkala indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) berfungsi sebagai indikator arus dana asing global. Namun di tengah maraknya MSCI, banyak konstituen dikeluarkan secara masif dengan penambahan saham baru yang sangat minim.

    Pola ini mengindikasikan adanya pergeseran makroekonomi, fluktuasi nilai tukar, dan persoalan struktural regulasi yang menekan kapitalisasi pasar di berbagai kawasan.

    Sama halnya seperti di Indonesia yang terjadi kemarin Rabu (13/5/2026) di mana pada dini hari diterbitkan Index Review Mei 2026 yang mengeluarkan 6 emiten dari MSCI Global Standard Index serta 13 dari MSCI Global Small Cap Index, dengan catatan masih mempertahankan status Emerging Marketnya.

    Berikut adalah rekapitulasi data historis bursa yang mengalami tingkat penambahan minimum dengan jumlah pengeluaran yang lebih dominan, diurutkan dari periode evaluasi terbaru.


    Isu Struktural Indonesia dan Malaysia

    Pada peninjauan Mei 2026, Indonesia dan Malaysia menjadi negara yang terdampak secara signifikan. Keduanya sama-sama mencatatkan pengeluaran 6 emiten dari indeks standar tanpa ada satu pun penambahan saham baru.

    Khusus untuk Indonesia, pemicu utamanya adalah persoalan struktural dan tata kelola regulator yang menyebabkan adanya perubahan manajemen secara menyeluruh. Lembaga pemeringkat menyoroti rendahnya transparansi saham beredar bebas di publik atau free float dan tingginya konsentrasi kepemilikan.

     

    Banyak emiten mengaku memiliki free float tinggi namun pada kenyataannya data yang didapat MSCI tidaklah sesuai, sehingga dicoret secara otomatis. Hal ini memicu pembekuan sementara yang menahan masuknya emiten baru hingga standar transparansi dipenuhi.

    Tekanan Makroekonomi China dan Jepang

    Berbeda dengan Indonesia, kejadian pada pasar saham di Tiongkok murni akibat krisis ekonomi pada sektor properti. Tiongkok mengalami pemangkasan ekstrem dengan pengeluaran 66 saham berbanding 5 masuk pada Februari 2024, disusul 56 saham keluar dan 10 masuk pada Mei 2024.

    Sementara itu, Jepang mengalami tekanan beruntun akibat depresiasi tajam Yen terhadap Dolar AS yang menggerus valuasi pasarnya. Jepang mencatatkan pengeluaran 22 saham pada Mei 2022, 10 saham pada November 2023, dan 15 saham pada Mei 2024, dengan penambahan yang nyaris nihil.

    Dinamika Valuasi di Kawasan Lain

    Fenomena serupa melanda berbagai bursa lainnya. Stagnasi valuasi sektoral membuat Singapura dan Inggris kehilangan masing-masing 5 dan 4 emiten tanpa penambahan pada Mei 2024.

    Taiwan turut terdampak rotasi modal dengan pengeluaran 24 saham berbanding 3 masuk pada Mei 2025. Di periode yang sama, Kanada merelakan 11 saham keluar dengan 4 penambahan. Sebelumnya pada November 2022, Korea Selatan dan Belgia masing-masing kehilangan 10 emiten dengan penambahan yang sangat minim.

    Dinamika ini menegaskan bahwa standar kepatuhan MSCI dieksekusi secara ketat. Stabilitas fundamental ekonomi dan kerangka regulasi pasar yang transparan menjadi syarat mutlak agar suatu bursa tetap relevan bagi arus modal institusional asing.

    –

    Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

    CNBC INDONESIA RESEARCH

    [email protected]

    (gls/gls)



    Add

    logo_svg

    as a preferred

    source on Google






    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBocah SD Tewas Usai Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita Semarang
    Next Article Harga Pangan Hari Ini Naik: Cabai Dekati Rp70 Ribu per Kg, Daging Ayam Rp41 Ribu : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Uncategorized

    7 Cara Mengontrol Tekanan Darah Tinggi Tanpa Bergantung Obat

    June 9, 2026
    Uncategorized

    Video: Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang II Resmi Beroperasi

    June 9, 2026
    Uncategorized

    Manfaatkan AI, FDC Dental Clinic Permudah Layanan Kesehatan Gigi

    June 8, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Eks Kadisdik Muara Enim Belum Tersangka Meski Terima Suap, Ini Kata KPK

    adminJune 9, 2026

    Jakarta – KPK menyampaikan alasan tak menahan mantan Kadisdikbud Kabupaten Muara Enim, Rusdi Hairullah (RSH)…

    Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga Akibat Rupiah Melemah : Okezone Economy

    June 9, 2026

    Komdigi Sebut 64 Platform Penuhi Penilaian Mandiri PP Tunas

    June 9, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Eks Kadisdik Muara Enim Belum Tersangka Meski Terima Suap, Ini Kata KPK

    adminJune 9, 2026

    Jakarta – KPK menyampaikan alasan tak menahan mantan Kadisdikbud Kabupaten Muara Enim,…

    Nasional

    Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga Akibat Rupiah Melemah : Okezone Economy

    adminJune 9, 2026

    Presiden Prabowo Subianto memanggil Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ke Istana Merdeka. (Foto;…

    Teknologi

    Komdigi Sebut 64 Platform Penuhi Penilaian Mandiri PP Tunas

    karinaJune 9, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut sebanyak 64…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Telkom Rombak Daftar Petinggi: Silmy Karim Keluar, Edwin Hidayat Masuk

    June 8, 20264 Views

    Intip Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026 : Okezone Economy

    June 7, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.