Close Menu
    What's Hot

    Suahasil Perintahkan Bea Cukai Terus Menggempur Peredaran Rokok Ilegal

    September 16, 2026

    5 Kebiasaan Era 90-an Ini Tak Boleh Diwariskan ke Gen Alpha

    September 16, 2026

    Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Atur Perkembangan AI

    September 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » AI Bisa Lebih Bias dari Manusia Saat Rekrut Karyawan
    Teknologi

    AI Bisa Lebih Bias dari Manusia Saat Rekrut Karyawan

    karinaBy karinaJuly 20, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNN Indonesia —

    Sebuah riset terbaru mengungkap model kecerdasan buatan (AI) berbasis bahasa besar atau large language model (LLM) dapat membentuk stereotip terhadap pelamar kerja dalam simulasi rekrutmen, bahkan lebih kuat dibandingkan manusia.

    Penelitian oleh ilmuwan Princeton University dan University of Chicago itu menguji sejumlah LLM, termasuk ChatGPT, Claude, dan Gemini, dalam simulasi perekrutan yang diadaptasi dari studi psikologi mengenai pembentukan stereotip yang dirilis pada 2024.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Dikutip dari MIT Technology Review, setiap model diminta berperan sebagai konsultan wali kota di sebuah kota fiktif dan memilih kandidat untuk 20 jenis pekerjaan, mulai dari dokter, pengacara, pengasuh anak, hingga petugas kebersihan.

    Kandidat dalam simulasi tersebut berasal dari empat kelompok etnis fiktif, yakni Tufa, Aima, Reku, dan Weki.





    Dalam setiap putaran, model menerima empat kandidat dari masing-masing kelompok. Setelah memilih satu kandidat, model diberi tahu apakah kandidat itu berhasil dalam pekerjaannya.

    Semua kandidat dalam eksperimen memiliki peluang keberhasilan yang sama untuk setiap jenis pekerjaan. Model tidak diberi tahu soal kondisi tersebut.

    Setelah menerima hasil awal, model mulai mengarahkan kelompok tertentu ke pekerjaan tertentu.

    Misalnya, ketika seorang kandidat Aima digambarkan gagal sebagai dokter, model kemudian cenderung menghindari kandidat Aima lain untuk posisi tersebut dan lebih sering menempatkannya sebagai petugas kebersihan.

    Pada skala segregasi penelitian, angka 2 berarti setiap kelompok sepenuhnya dipisahkan ke bidang pekerjaan masing-masing. Peserta manusia dalam studi sebelumnya mencatat skor 0,84.

    Sementara itu, model AI mencatat skor sekitar 65 persen lebih tinggi. Model penalaran OpenAI o3 mencapai skor 1,83, mendekati nilai maksimum dalam skala tersebut.

    Ryan Liu, seorang mahasiswa program doktoral di Universitas Princeton dan salah satu penulis penelitian tersebut, menduga LLM cepat membangun generalisasi dari data terbatas karena proses tersebut berkaitan dengan cara model dilatih untuk menyelesaikan persoalan matematika, pemrograman, dan sains.

    “Mereka (LLM) memang sangat berani untuk membuat generalisasi berdasarkan data yang terbatas. Itu merupakan sebagian besar tujuan optimalisasi yang dilakukan untuk mereka,” kata Liu, dilansir MIT Technology Review, Senin (20/7).

    Model yang memiliki kemampuan penalaran lebih tinggi, seperti o3 dan DeepSeek R1, justru menunjukkan kecenderungan bias yang lebih kuat dalam eksperimen tersebut.

    Temuan ini menjadi relevan ketika perusahaan semakin menggunakan AI untuk menyaring curriculum vitae (CV) dan melakukan wawancara.

    Penggunaan fitur memori serta personalisasi pada chatbot juga dinilai dapat membuat model terlalu mengandalkan pengalaman atau pola data sebelumnya.

    Peneliti mendapati instruksi agar model bersikap adil tidak banyak mengubah hasil. Namun, model menjadi lebih tidak bias ketika diberi insentif tambahan untuk melakukan perekrutan yang beragam.

    Dalam percobaan lain, model juga lebih jarang melakukan segregasi berdasarkan etnis ketika memperoleh informasi pribadi yang relevan, seperti usia dan pendidikan kandidat.

    Informasi yang tidak relevan, seperti warna rambut atau bentuk tato, tidak banyak mengurangi kecenderungan tersebut.

    Meski demikian, penelitian itu dilakukan dalam simulasi dan belum membuktikan bahwa seluruh sistem AI perekrutan di dunia nyata akan menghasilkan diskriminasi serupa.

    Dalam praktiknya, sistem penyaring CV tidak langsung mengetahui apakah pekerja yang direkrut akan berhasil atau tidak.

    Namun, peneliti mengingatkan umpan balik kinerja yang diterima kemudian tetap dapat memengaruhi keputusan model terhadap kandidat berikutnya.

    (lom)


    Add

    as a preferred
    source on Google




    [Gambas:Video CNN]

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article7 Rumah Rusak Buntut Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan
    Next Article Purbaya Buka Suara soal Anggaran Program MBG Dipotong : Okezone Economy
    karina

    Related Posts

    Teknologi

    Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Atur Perkembangan AI

    September 16, 2026
    Teknologi

    China Respons Seruan Perlambat AI, Sebut Cuma Gertak Sambal

    September 15, 2026
    Teknologi

    Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Ini Prediksinya

    September 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Uncategorized

    Suahasil Perintahkan Bea Cukai Terus Menggempur Peredaran Rokok Ilegal

    adminSeptember 16, 2026

    Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus menggempur peredaran rokok ilegal…

    5 Kebiasaan Era 90-an Ini Tak Boleh Diwariskan ke Gen Alpha

    September 16, 2026

    Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Atur Perkembangan AI

    September 16, 2026
    Top Trending
    Uncategorized

    Suahasil Perintahkan Bea Cukai Terus Menggempur Peredaran Rokok Ilegal

    adminSeptember 16, 2026

    Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus menggempur…

    Uncategorized

    5 Kebiasaan Era 90-an Ini Tak Boleh Diwariskan ke Gen Alpha

    adminSeptember 16, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Era 1990-an sering dianggap masa yang seru, bebas,…

    Teknologi

    Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Atur Perkembangan AI

    karinaSeptember 16, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — CEO Nvidia Jensen Huang menolak seruan agar pemerintah membuat…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Video: Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang II Resmi Beroperasi

    June 9, 202639 Views

    Disaksikan Prabowo, Purbaya Terima Uang Rp10,2 Triliun dari Jaksa Agung Hasil Denda Satgas PKH : Okezone Economy

    May 13, 202639 Views

    KSOP Labuan Bajo Larang Wisata Bahari Usai Gelombang Capai 2,1 Meter

    May 23, 202637 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.