Seorang pengendara motor yang melawan arah di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur (Jaktim) marah saat ditegur polisi. Pemotor itu kini meminta maaf usai aksi marah-marahnya viral di media sosial.
Dari video yang beredar, terlihat pelaku berboncengan tiga mengendarai motor bersama seorang wanita dan anak kecil. Pelaku berkendara melawan arah dan tanpa menggunakan helm.
Aksi lawan arah pelaku sempat dihadang pengendara lain yang merupakan anggota Polres Jakpus. Pemotor itu kemudian terjatuh. Alih-alih minta maaf karena melawan arah, pelaku justru balik memarahi polisi hingga memukulnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus Berakhir Damai
Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono mengatakan pihaknya sudah menyelidiki peristiwa itu. Hasilnya, kedua pihak yang berperkara sepakat untuk berdamai.
“Sudah nggak ada masalah. Selesai damai,” kata Samsono saat dihubungi, Jumat (10/7/2026).
Samsono mengatakan, para pengendara memang kerap melawan arah di ruas jalan tersebut. Pihak kepolisian sudah siaga di lokasi untuk mencegah hal serupa terjadi.
“Iya (lawan arah) colongan. Kita imbau agar tidak melawan arah,” ujarnya.
Pelaku Minta Maaf
MN, pengendara motor yang melawan arah di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur (Jaktim) dan marah saat ditegur polisi. Ia mengakui memukul dan berbicara kasar kepada petugas kepolisian.
“Saya adalah pengendara motor yang tadi malam yang melawan arus, sehingga saya melawan petugas kepolisian dan bahkan melakukan pemukulan dan berbicara kasar,” ujar MN dalam keterangan video seperti dilihat, Minggu (12/7/2026).
Dia mengaku kaget saat ditegur karena tengah membawa anak dan istri. Namun ia mengakui tidak membenarkan untuk melawan arah.
“Dikarenakan saya sangat kaget, karena kejadiannya saya bawa anak dan istri. Namun, tidak membenarkan saya untuk dibenarkan, karena ini murni adalah kesalahan saya telah melawan arus lalu lintas,” ungkapnya.
Dia pun meminta maaf kepada polisi yang sempat menegurnya melawan arah.
“Dan saya juga memohon maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan, khususnya Kepolisian Jakarta Timur, dan Bapak Kepolisian yang sudah melarang saya untuk tidak lawan arus, namun saya tetap lawan arus,” jelasnya.
Dia berjanji untuk tidak melakukan hal berulang. Serta menjadi pengendara yang taat berlalu lintas.
“Sekali lagi saya minta maaf untuk kesalahan ini dan saya tidak akan melakukannya lagi ke depannya. Saya berharap akan lebih baik lagi, dan berkendaraan dengan sesuai aturan yang ada, dan memakai atribut-atribut sesuai dengan peraturan yang ada,” tuturnya.
Halaman 2 dari 2
(kny/idn)


