BSI dan BPJS Ketenagakerjaan kolaborasi buka akses KPR Syariah 30 tahun bagi pekerja. (Foto: dok BSI)
JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) secara agresif memperluas jangkauan pembiayaan kepemilikan rumah berbasis syariah di Tanah Air. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk menyediakan akses pembiayaan perumahan yang inklusif, kompetitif, dan berkah bagi jutaan pekerja Penerima Upah (PU) di Indonesia.
Melalui sinergi ini, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dapat menikmati fasilitas pembiayaan BSI Griya dengan berbagai keunggulan. Adapun di antaranya kepastian angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan, serta tenor fleksibel hingga 30 tahun untuk menjaga stabilitas cashflow bulanan nasabah.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen nyata BSI dalam mendukung program strategis pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi.
“Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap berbagai industri turunan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil,” ujar Anggoro.
Dia juga menambahkan, inovasi layanan BSI Griya ini sengaja dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang saat ini mendominasi portofolio pembiayaan rumah di BSI. Dengan prinsip syariah, angsuran pembiayaan tetap sehingga perencanaan keuangan keluarga pekerja menjadi lebih terukur.
Komitmen BSI dalam menyalurkan pembiayaan perumahan dibuktikan melalui kinerja bisnis yang solid. Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan BSI Griya telah menembus Rp60,80 triliun dan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif yang konsisten.
Secara keseluruhan, fundamental keuangan BSI hingga Mei 2026 berada dalam kondisi yang prima. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun, tumbuh signifikan 16,73 persen secara tahunan (year-on-year). Akselerasi ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp335 triliun atau melonjak 14,60 persen year on year, dengan segmen konsumer sebagai motor penggerak utama.


