Jakarta, CNBC Indonesia – Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mengungkapkan pasar mobil listrik di Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan hingga saat ini sekitar 90.000 mobil BYD telah beroperasi di jalanan Indonesia.
Hal itu disampaikannya dalam BYD Tech Culture Fest di kawasan GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026) malam. Kata dia, di tengah meningkatnya permintaan kendaraan listrik, BYD juga memperluas jaringan penjualan di berbagai daerah. Hingga kini, BYD telah mengoperasikan 85 showroom di 49 kota. Dan pada pertengahan tahun ini, akan bertambah menjadi lebih dari 100 showroom.
“Dan bagi kami, itu lebih dari sekadar angka penjualan. Itu menunjukkan kepercayaan mendalam yang diberikan oleh pelanggan dan keluarga Indonesia kepada BYD dan mobilitas hijau,” ujar Eagle, dikutip Kamis (21/5/2026).
“Hingga saat ini, kami telah memperkenalkan total tujuh model dari dua merek, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan gaya hidup masyarakat Indonesia,” kata Eagle.
Eagle menuturkan, ketika BYD pertama kali masuk ke Indonesia, pasar kendaraan listrik masih sangat kecil. Saat itu, kontribusi EV terhadap total penjualan otomotif nasional bahkan belum menyentuh 1%.
“Ketika BYD pertama kali memasuki Indonesia, kendaraan listrik hanya mewakili 0,9% dari total penjualan otomotif,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat masih ragu menggunakan kendaraan listrik. Tantangan terbesar kala itu bukan hanya menjual produk, tetapi juga membangun kepercayaan pasar dan memperkuat ekosistem pendukung.
“Pasarnya baru saja dimulai dan banyak keluarga yang masih ragu-ragu, tidak yakin tentang kendaraan listrik. Kami melihat peluang tersebut lebih awal, namun kami juga menyadari tantangan dan kerja keras di depan. Membangun kepercayaan, meningkatkan kesadaran, serta mendukung percepatan infrastruktur,” kata Eagle.
Kini situasinya berubah cepat. BYD menyebut penetrasi kendaraan listrik di Indonesia telah meningkat tajam hingga mendekati 20% dari total pasar otomotif. Meski begitu, Eagle mengakui peluang pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia masih sangat besar. Pasalnya, mobil berbahan bakar bensin hingga kini masih mendominasi pasar otomotif nasional.
“Lihatlah hari ini, penetrasi kendaraan listrik telah tumbuh hingga sekitar 20%. Sungguh sebuah sejarah yang luar biasa bagi industri otomotif di sini. Meskipun dengan kemajuan besar ini, perjalanan mobilitas hijau di Indonesia baru saja dimulai. Mobil bensin tradisional masih memegang 65% pangsa pasar,” ujar Eagle.
|
|
(dce)
Add
as a preferred
source on Google


