DEN Ungkap Pertamina Mampu Seimbangkan Penugasan dan Kinerja Bisnis (Foto: Pertamina)
JAKARTA – Dewan Energi Nasional (DEN) menilai positif raihan Pertamina dalam Fortune Southeast Asia 500. Pertamina mencatat pendapatan USD70,89 miliar dan laba USD3,35 miliar atau naik 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan capaian ini, Pertamina menempati posisi ketiga dalam Fortune Asia Tenggara 500. Posisi tersebut hanya bisa dilewati perusahaan trading Singapura Trafigura Group dan raksasa energi Thailand, PTT.
Anggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi mengatakan, capaian Pertamina memperlihatkan peningkatan daya saing BUMN Indonesia pada skala regional. Selain itu, kondisi ini juga menunjukkan bahwa kinerja Pertamina lebih stabil di tengah tantangan global dan ekonomi.
“Ya, ini menunjukkan daya saing yang semakin baik. Karena perusahan sekelas Pertamina memang harus masuk ke situ dan itu penting,” kata Kholid di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan pengakuan bahwa Pertamina telah menjadi perusahaan dengan leverage yang cukup besar. Artinya, BUMN energi itu masuk ke dalam 500 perusahaan dengan kekuatan kapital, revenue yang sangat besar. Apalagi jika membandingkan dengan sesama perusahaan migas, dimana posisi Pertamina hanya berada di bawah raksasa energi PTT.
“Dan kita tentu saja bangga dengan masuknya salah satu perusahaan nasional menjadi perusahaan papan atas di Asia Tenggara. Artinya apa? Ya, terus bertumbuh, kan?” kata dia.


