SAMARINDA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dinilai sebagai momentum penting dalam membentuk awal interaksi antara siswa dan sekolah.
Menyikapi hal itu, Komisi IV DPRD Kota Samarinda mendorong agar pelaksanaan MPLS tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga diperbarui dengan pendekatan yang lebih inklusif, yakni melibatkan orang tua siswa secara aktif.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengungkapkan hasil pemantauan langsung yang dilakukannya di beberapa sekolah selama pekan MPLS, yakni di SDN 067, SMPN 22, dan SMPN 2 Samarinda.
Dari hasil kunjungan tersebut, ia menyebut kegiatan berlangsung tertib, sesuai dengan prosedur, dan tidak ditemukan praktik yang menyimpang dari ketentuan.
“Secara keseluruhan, penyelenggaraan MPLS berjalan aman dan kondusif. Tidak ada kegiatan yang mengarah pada perploncoan, semuanya terstruktur dengan baik,” ujar Ismail, Sabtu (19/7/2025).
Meski demikian, ia menilai MPLS masih dapat ditingkatkan kualitas dan dampaknya melalui pendekatan baru. Salah satu gagasannya adalah menjadikan orang tua sebagai bagian dari proses pengenalan lingkungan sekolah bagi anak.
Hal ini, menurutnya, bertujuan membangun kerja sama yang kuat antara sekolah dan keluarga sejak awal tahun ajaran.“Selama ini, peran orang tua masih sangat terbatas dalam MPLS. Padahal, dukungan dari rumah memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pendidikan karakter yang ditanamkan di sekolah,” jelasnya.
Ismail mengusulkan agar hari terakhir MPLS dimanfaatkan untuk menyelenggarakan acara khusus yang menghadirkan orang tua siswa, misalnya dengan kegiatan bertema Parenting Day.
Kegiatan tersebut, kata dia, bisa menjadi sarana penyamaan persepsi antara guru dan wali murid, serta memperkuat komitmen bersama dalam mendidik anak.
Menurutnya, pengenalan terhadap program pembinaan karakter seperti tujuh kebiasaan baik, akan lebih efektif jika disosialisasikan langsung kepada orang tua. Dengan begitu, pola pendidikan yang diterapkan sekolah dapat diperkuat melalui pembiasaan di rumah.
“Pendidikan bukan hanya soal akademik. Dukungan dari orang tua sangat penting agar nilai-nilai yang diajarkan tidak berhenti di sekolah, tapi juga menjadi kebiasaan di rumah,” lanjutnya.
Ismail menambahkan bahwa usulan ini disambut positif oleh sejumlah sekolah yang dikunjungi. Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada satu atau dua sekolah saja, tetapi bisa diterapkan secara menyeluruh di seluruh satuan pendidikan di Samarinda, baik negeri maupun swasta.
Komisi IV DPRD Kota Samarinda pun berkomitmen untuk terus mendorong pembaruan kebijakan pendidikan yang lebih partisipatif dan berorientasi pada kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
“Anak-anak kita membutuhkan dukungan dari semua pihak. Jika sinergi antara guru dan orang tua dibangun sejak awal, maka proses pendidikan akan jauh lebih kuat dan berkelanjutan,” tutup Ismail. (Adv/AL)
Leave a Reply