Seorang bocah lak-laki tewas usai diserang anjing pemburu di Jasinga, Bogor, Jawa Barat. Keempat anjing pemburu itu mati di dalam mobil secara bersamaan.
Sebagaimana diketahui, bocah laki-laki berusia 9 tahun tewas diserang anjing pemburu babi hutan di Jasinga, Bogor. Kasus itu mencuat setelah ada penemuan mayat korban pada Minggu (7/6).
Polisi menjelaskan detik-detik peristiwa itu. Sebelum kejadian, korban sedang memancing belut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi, kalau berdasarkan keterangan saksi di lapangan, yaitu teman korban, bahwasanya korban itu sedang memancing belut dengan posisi jongkok,” kata Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Selasa (9/6/2026).
Kemudian di belakang korban, datang anjing tersebut. Korban kemudian kaget setelah didatangi oleh anjing itu, lalu melarikan diri hingga dikejar.
“Karena korban kaget, kemudian berlari dan dikejarlah oleh anjing tersebut. Anjing tidak dikekang, memang sedang dilepas untuk berburu babi hutan,” ucapnya.
Lokasi tempat korban diserang menurut keterangan komunitas pemburu, baru pertama kali menjadi lokasi perburuan. Namun beberapa komunitas kerap menjadikan kawasan itu area perburuan.
“Jadi si pemilik anjing melepas dari jauh, jadi dia tidak mengikuti sehingga tidak ada pengawasan dari si pemilik anjing ini ke mana. Itu makanya kita bilang lalai terkait masalah anjingnya ini tidak dijaga,” bebernya.
Pemilik yang diketahui berinisial Y menjadi tersangka dalam kasus ini.Y terancam hukuman penjara 5 tahun.
“Ancaman hukumannya penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak kategori V dan/atau pidana penjara paling lama 5 bulan dan/atau pidana paling banyak kategori II,” ungkapnya.
Anjing Pemburu Mati Kehabisan Oksigen
Keempat anjing pemburu tersebut mati di dalam mobil. Keempatnya mati bersama-sama diduga karena tidak ada oksigen.
“Infonya karena disimpan di dalam mobil, terus diikat, mobilnya tertutup, sehingga tidak ada oksigen di dalamnya. Iya (ada empat anjing yang mati),” kata Kasatres PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Rabu (10/6).
Anjing tersebut dimasukkan ke dalam mobil setelah menyerang korban. Diduga anjing mati bersamaan karena kehabisan oksigen di dalam mobil.
“Untuk kondisi anjing, jadi pada saat anjing-anjing itu menerkam korban itu diamankan, lalu dimasukkan ke dalam mobil. Saat anjing di dalam mobil tersebut, mungkin mobil tidak dinyalakan, sehingga menyebabkan kematian pada anjing tersebut,” kata Silfi.
Sampel Anjing Diperiksa
Polisi telah mengambil sampel dari anjing tersebut untuk diperiksa di Puslabfor Bareskrim Polri.
“Nah, untuk anjing-anjing yang menggigit ini sudah kami bawa ke Labfor untuk diambil sampel dan sekarang posisinya sudah dibawa oleh Dinas Perikanan Dan Peternakan untuk dicek apakah anjing-anjing tersebut ada penyakit rabies atau tidak,” ungkapnya.
Usul Camat Jasinga
Pihak Kecamatan Jasinga, Bogor, Jawa Barat, menanggapi kasus tersebut. Pihaknya akan mengusulkan dikeluarkannya kebijakan perihal berburu di kawasan hutan.
“Akan mengusulkan untuk dikeluarkan kebijakan tingkat kabupaten perihal pengaturan berburu di hutan di wilayah Kabupaten Bogor,” kata Camat Jasinga, Santosa, Rabu (10/6).
Saat ini, pihaknya tengah mengusulkan aturan tersebut. Untuk bentuk aturannya, nanti akan disesuaikan kepada yang berwenang.
“Kami sedang mempersiapkan usulan, apakah nanti akan berupa Perda atau Perkada,” jelasnya.
Dia menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Santosa tetap mengimbau masyarakat untuk waspada apabila masih terdapat anjing pemburu di area tersebut.
“Untuk lokasi kejadian Desa Sipak, masyarakat diminta waspada apabila masih ada anjing pemburu yang lain,” bebernya.
Patroli Cari Anjing Pemburu
Polisi menggelar patroli di sekitar lokasi tewasnya bocah 9 tahun setelah diserang anjing pemburu. Hasilnya, polisi mengamankan tiga ekor anjing pemburu.
“Kemarin hasil patroli saya alhamdulillah tuh saya kemarin dapat tiga. Dapat tiga, dan memang malah mereka yang anjing tersebut kita samperin malah lari bukannya nyamperin, bukan malah nyerang, bukan,” kata Kapolsek Jasinga AKP Agus Hidayat kepada wartawan, Rabu (10/6).
Patroli ini digelar hingga malam hari sampai anjing berhasil diamankan. Menurut Agus, langkah itu dilakukan agar warga merasa aman dan tidak resah dengan adanya anjing-anjing pemburu tersebut.
“Cuma karena kemarin resahnya itu bukan resah perburuannya mungkin ya. Karena yang kemarin ada yang beberapa yang lepas itu sih (anjingnya),” ucapnya.
Agus mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan, belum ditemukan lagi adanya tanda-tanda anjing pemburu di sekitar lokasi. Beberapa anjing berkeliaran, tapi bukan anjing pemburu.
“Karena kalau anjing berburu kan ada nomornya,” ujarnya.
Halaman 2 dari 4
(rdp/rdp)


