Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Okezone)
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan akhir pekan hari ini, Jumat (19/6/2026), diproyeksikan bakal dibayangi oleh sentimen positif. Hal ini menyusul keputusan lembaga pemeringkat indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang resmi mempertahankan posisi Indonesia dalam kelompok pasar berkembang atau Emerging Market.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menekankan keputusan MSCI ini memberikan kelegaan besar bagi pelaku pasar yang sempat khawatir akan terjadi arus keluar modal asing secara masif.
Bertahannya posisi Indonesia di kelas pasar berkembang ini diyakini akan menjaga stabilitas transaksi harian bursa domestik.
“Secara teknikal, sentimen MSCI berpotensi mendorong IHSG bergerak menguat dalam perdagangan akhir pekan dan menguji area resistensi di kisaran 6.377. Apabila level tersebut mampu ditembus dengan dukungan volume yang kuat, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka,” kata Hendra kepada iNews Media Group, Jumat (19/6/2026)..
Status pasar berkembang memiliki nilai strategis karena menempatkan pasar saham Indonesia tetap berada dalam bidikan investor institusi global. Berbagai dana kelolaan internasional yang menjadikan indeks MSCI Emerging Markets sebagai kompas penempatan dana, sehingga mereka tidak perlu menarik investasinya dari bursa domestik.
Dengan demikian pula, Hendra menitiberatkan soal risiko guncangan hebat akibat perubahan klasifikasi bursa dapat diminimalkan dengan baik.
“Area 6.074 menjadi level support penting yang perlu dijaga untuk mempertahankan momentum pemulihan pasar,” kata dia.


