Listrik (Foto: Okezone)
JAKARTA – Pascagangguan listrik berskala besar (blackout), masyarakat dinilai lebih membutuhkan jaminan keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang dibanding sekadar kompensasi. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan juga dianggap penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, mengatakan gangguan listrik dalam skala luas dapat berdampak pada aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga kegiatan masyarakat sehari-hari. Karena itu, upaya perbaikan dan penguatan sistem dinilai menjadi langkah yang lebih dibutuhkan pascainsiden.
“Yang paling dibutuhkan masyarakat sebenarnya adalah kepastian bahwa kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Karena kalau blackout terus berulang, kerugian masyarakat akan jauh lebih besar dibanding kompensasi yang diterima,” ujar Marwan, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, regulasi yang berlaku telah mengatur mekanisme kompensasi bagi pelanggan apabila terjadi gangguan yang memengaruhi tingkat mutu pelayanan. Bentuk kompensasi tersebut antara lain berupa pengurangan tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar atau tambahan token bagi pelanggan prabayar, yang besarannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Marwan, mekanisme kompensasi merupakan bagian dari pelaksanaan aturan dan perlindungan pelanggan. Namun, kompensasi tersebut dinilai belum dapat sepenuhnya menggantikan dampak ekonomi maupun sosial yang timbul akibat gangguan listrik berskala besar.
“Namun yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah memastikan blackout besar tidak kembali terulang,” katanya.


