Jakarta –
Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 akan diperingati pada 23 Juli 2026. Menyambut peringatan tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah menerbitkan pedoman sebagai acuan bagi pemerintah, sekolah, komunitas, hingga masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan.
Pedoman Hari Anak Nasional 2026 memuat informasi lengkap mulai dari sejarah singkat, tujuan, tema, logo, prinsip penyelenggaraan, rangkaian acara, hingga panduan teknis pelaksanaan di berbagai daerah. Berikut poin-poin penting yang perlu diketahui.
Sejarah dan Tujuan Hari Anak Nasional
Merujuk Pedoman Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 yang diterbitkan Kemen PPPA, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemen PPPA menjelaskan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengampanyekan pemenuhan hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Peringatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan serta mendorong Gerakan Nasional #RamahAmanNyamanAnak (Gernas #RANA).
Tema dan Logo Hari Anak Nasional 2026
Pedoman resmi menetapkan tema Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, yaitu “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.” Tema tersebut mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kasih sayang, perlindungan, serta dukungan terhadap tumbuh kembang anak menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Kemen PPPA juga merilis logo resmi yang menampilkan tiga anak memegang Bendera Merah Putih. Logo tersebut melambangkan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk meraih cita-cita, semangat nasionalisme, serta komitmen memenuhi hak dan perlindungan anak sesuai kebutuhan dan kondisi mereka.
|
Logo Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 (Foto: Dok. Kementerian PPPA)
|
Puncak Acara Hari Anak Nasional 2026
Menurut pedoman Kemen PPPA, puncak Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli 2026. Namun, rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan sebelum maupun sesudah tanggal tersebut sesuai kebutuhan masing-masing daerah atau instansi.
Beberapa kegiatan nasional yang menjadi bagian dari peringatan HAN 2026 antara lain:
- Deklarasi Gerakan Nasional #RANA.
- Peluncuran Kampanye Bulan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN).
- Jelajah SAPA.
- Lomba Video Kreatif Anak.
- Gerak Bersama Anak Indonesia.
- Lokakarya Forum Anak Nasional (FAN).
- Anak-anak Goes to Istana Bogor atau kantor pemerintah.
- Program Kids Take Over.
- Main Raya Anak Nusantara.
- Festival Budaya Anak.
Panduan Penyelenggaraan HAN 2026
Kemen PPPA menjelaskan bahwa penyelenggaraan Hari Anak Nasional 2026 mengusung konsep desentralisasi. Artinya, peringatan tidak hanya dipusatkan di satu lokasi, melainkan dapat dilaksanakan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, desa, kelurahan, sekolah, maupun komunitas.
Dalam pelaksanaannya, pedoman menekankan beberapa prinsip utama, yaitu ramah anak, partisipatif, kolaboratif, berdampak, apresiatif, serta terintegrasi dengan Gernas #RANA. Anak juga diharapkan terlibat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga merasakan manfaat dari setiap kegiatan.
Sementara itu, satuan pendidikan didorong mengadakan kegiatan yang menyenangkan, aman, inklusif, dan bermakna, seperti permainan tradisional, aktivitas di luar kelas, ruang diskusi bagi anak, hingga penguatan program Sekolah Sehat dan Sekolah Adiwiyata. Pemerintah daerah serta desa juga dapat menyesuaikan kegiatan berdasarkan kondisi dan potensi lokal dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak.
Pedoman lengkap Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 dapat diakses melalui dokumen resmi yang diterbitkan Kemen PPPA di sini.
Melalui pedoman tersebut, Kemen PPPA berharap Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam memenuhi hak dan perlindungan anak. Semangat itu diharapkan mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia.
(wia/zap)



