Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menganggarkan pengadaan kompor listrik. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menganggarkan pengadaan kompor listrik yang akan digunakan masyarakat sebagai bagian dari program konversi penggunaan gas LPG.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, kompor listrik generasi terbaru kini lebih ramah bagi rumah tangga dengan daya listrik terbatas, termasuk pelanggan 900 VA ke bawah. Dengan demikian, masyarakat di daerah pedesaan dengan daya listrik rendah tetap dapat menggunakan kompor tersebut.
“Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik, yang sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 VA, supaya rakyat yang di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai,” ujarnya.
Bahlil menjelaskan, langkah tersebut dilatarbelakangi tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional. Kondisi itu menyebabkan devisa negara terus terkuras setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.
Selain membebani devisa, pemerintah juga harus mengalokasikan subsidi LPG dalam jumlah besar. Bahlil menyebut nilai subsidi LPG saat ini mencapai lebih dari Rp80 triliun per tahun.


