Jakarta –
Ledakan terjadi di proyek galian pipa air bersih di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Senin (8/6) pagi. Insiden ini mengakibatkan dua pekerja terlempar ke atas dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Pantauan detikcom, Senin (8/6/2026), di lokasi sekira pukul 14.30 WIB, area galian kini telah dipasangi garis pembatas berwarna kuning. Aktivitas galian juga dihentikan sementara.
“Ada pekerjaan pemasangan pipa air bersih untuk peningkatan pelayanan,” tulis papan informasi pada area galian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pekerja di lokasi, Andre, menceritakan detik-detik saat peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, dia dan rekan-rekannya sedang melakukan penggalian untuk saluran air bersih.
Andre menjelaskan kondisi beton di lokasi tersebut sangat tebal, sehingga mereka harus menggunakan jackhammer atau mesin pembobok beton. Namun, alat penghancur beton tersebut meleset dan menyentuh kabel PLN yang tertanam di bawah jalan.
“Ini kan galian buat air bersih, yang tertusuk PLN pakai jackhammer itu. Karena cor-corannya tebel banget, dia meleset, langsung kena kabel. Mesinnya terpeleset makanya jadi menusuk kabel,” kata Andre saat ditemui di lokasi.
|
TKP Galian di Fatmawati Meledak Bikin 2 Pekerja Terpental (Rumondang Naibaho/detikcom)
|
Menurut Andre, ledakan yang ditimbulkan cukup kuat karena kabel yang terkena merupakan kabel tegangan tinggi. Akibatnya, dua temannya yang tengah bekerja di titik itu terpental
“Suaranya gede bangetlah, orang tegangan tinggi. Langsung meledak. Teman saya dua orang terpental,” tambahnya.
Andre menduga kabel PLN tersebut tertanam terlalu dangkal sehingga mudah terkena alat berat. “Biasanya kalau PLN tuh 1 meter 60 kedalamannya, speknya. Nyatanya dia kabel lama, cetek (dangkal) di bawah tuh. Mungkin karena ada urukan pelebaran jalan dulu,” ucapnya.
Akibat insiden ini, dua pekerja yang menjadi korban langsung dilarikan ke RS Fatmawati untuk mendapatkan tindakan medis. Andre menyebut kedua temannya mengalami luka di bagian wajah akibat semburan api saat ledakan terjadi.
“Luka di muka karena semburan api. Sekarang sudah di RS Fatmawati,” ujar dia.
Proyek galian yang rencananya dikerjakan sepanjang 200 meter ini kini dihentikan sementara. Andre menyebut musibah ini merupakan yang pertama kali ia alami selama 25 tahun bekerja di proyek galian.
“Rencananya seminggu (selesai) karena 200 meter kerjaannya. Ya namanya musibah,” sebut Andre.
“Saya kerja udah 25 tahun kayak baru pertama kali ini ngalamin yang kayak gini. Liat (kabel) tegangan tinggi udah biasa, cuma itu mah mungkin ya udah musibah lah,” sambungnya.
Senada dengan Andre, seorang warga bernama Markum (54), mengaku mendengar suara ledakan yang sangat keras. Markum menyebut saat kejadian berada di sebuah warteg berjarak sekitar 100 meter dari titik ledakan.
“Saya pas lagi di warteg, tapi denger. Terdengar kenceng banget (ledakannya),” kata Markum.
Tak lama setelah suara ledakan, Markum melihat korban dibawa ke rumah sakit yang berada tak jauh dari lokasi. Dia sempat melihat kondisi korban yang tampak mengalami luka bakar di bagian wajah.
“Saya tahu dari mobil itu orangnya item gitu mukanya. Pas dibawa itu saya lihat satu, tapi katanya korbannya ada dua. Dibawa pakai mobil proyek tadi,” pungkasnya.
(ond/yld)


