PKL di Bimas Islam, Dari Teori Kampus ke Praktik Pelayanan Masyarakat

medianusantara.co

PKL di Bimas Islam, Dari Teori Kampus ke Praktik Pelayanan Masyarakat

SAMARINDA – Kesempatan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama dua bulan, 14 September-14 November, di Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama Kota Samarinda menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Sebagai mahasiswa Manajemen Dakwah, saya melihat secara langsung bagaimana kebijakan keagamaan diterjemahkan menjadi pelayanan nyata bagi masyarakat.

Selama ini, Bimas Islam sering dipahami sebatas urusan KUA dan pernikahan.

Namun, ruang lingkup tugasnya jauh lebih luas, mulai dari pembinaan kemasjidan, pendampingan penyuluh agama, penerbitan rekomendasi rumah ibadah, hingga pengelolaan data haji dan zakat. Inilah yang menjadi fokus pengamatan saya selama PKL.

Bahkan, saya terlibat dalam beberapa kegiatan rutin, mulai dari pengarsipan surat masuk dan keluar, verifikasi data kepenghuluan, hingga dokumentasi kegiatan pembinaan penyuluh.

Dari proses itu, saya mencatat beberapa hal penting :

1. Profesionalisme dan Etos Pengabdian

ASN di lingkungan Bimas Islam menunjukkan profesionalisme tinggi. Mereka tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga melayani masyarakat dengan pendekatan humanis.

Bahkan, beragam konsultasi keagamaan dan administratif direspons dengan sabar dan solutif, mencerminkan etos pengabdian yang kuat.

2. Transformasi Digital dan Tantangan Data

Bimas Islam terus berupaya mengintegrasikan layanan berbasis digital melalui berbagai aplikasi Kemenag, seperti SIMKAH dan Sistem Informasi Data Masjid.

Upaya tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan transparan.

3. Relevansi Ilmu Manajemen Dakwah

Pengalaman PKL membuktikan bahwa teori yang dipelajari di kampus sangat relevan dengan praktik di lapangan.

Penerapan teori : Penyusunan laporan dan kegiatan administrasi melatih saya berpikir sistematis serta memahami struktur organisasi.

Pengembangan soft skill : Lingkungan kerja yang hangat namun disiplin membentuk kemampuan manajemen waktu, komunikasi interpersonal, dan adaptasi terhadap berbagai karakter.

Bahkan, interaksi dengan pejabat, pegawai, dan masyarakat menjadi pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.

Secara keseluruhan, PKL di Bimas Islam Kemenag Kota Samarinda adalah pengalaman berharga yang memperluas wawasan saya tentang pelayanan publik dan pengabdian kepada masyarakat.

Bimas Islam merupakan garda terdepan dalam menjaga moderasi beragama dan kerukunan umat di daerah.

Saya berharap Kemenag Samarinda terus berinovasi, terutama dalam memperkuat peran penyuluh agama sebagai ujung tombak pembinaan umat serta mengoptimalkan sistem informasi terpadu agar pelayanan semakin efektif.

Terima kasih saya sampaikan kepada Dr. H. Ikhwan Saputera, S.Kom., M.Sos., selaku Kepala Seksi Bimas Islam, serta seluruh jajaran Kemenag Kota Samarinda atas bimbingan dan kesempatan yang diberikan.

Pengalaman ini telah mengubah pemahaman saya dari sekadar teori menjadi wawasan mendalam tentang pelayanan dan pengabdian bagi umat dan negara.

Opini | Muhammad Syahrul Gunawan
Nim | 2241913039
Mahasiswa PKL UINSI Kemenag Kota Samarinda

medianusantara.co Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *