Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden AS Donald Trump merespons laporan intelijen terbaru dari pemerintah Israel terkait rencana Iran membunuh dirinya. Trump langsung mengeluarkan perintah khusus terhadap militer AS.

Melalui akun media sosialnya, Trump mengatakan militer AS bersiap melancarkan serangan baru terhadap Iran jika pemerintah Iran mencoba melakukan pembunuhan terhadap dirinya.

“1.000 rudal sudah siap sedia dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya yang akan segera menyusul, seandainya Pemerintah Iran mewujudkan ancamannya, yang telah diserukan di berbagai penjuru dunia, untuk membunuh atau mencoba membunuh Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini, SAYA!” ujarnya dalam sebuah unggahan di Truth Social, dikutip dari Reuters, Sabtu (11/7/2026).

“Perintah telah dikeluarkan, dan militer AS siap dan mampu, untuk jangka waktu satu tahun yang dapat diperpanjang, meluluhlantakkan dan menghancurkan seluruh wilayah Iran sepenuhnya,” kata Trump.

Sebelumnya, Israel dilaporkan telah membagikan laporan intelijen kepada AS mengenai rencana Iran membunuh Trump. Laporan rahasia itu dibagikan pekan ini dan langsung memicu ketegangan baru, tepat saat gencatan senjata AS-Iran gagal total.

Mengutip laporan CNN International, dua sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa intelijen AS sebenarnya telah menangkap indikasi ancaman pembunuhan terhadap Trump dalam beberapa minggu terakhir. Namun, informasi terbaru dari Israel kali ini dinilai sangat krusial karena memuat peringatan yang jauh lebih spesifik mengenai sebuah plot pembunuhan baru yang sedang direncanakan oleh Teheran.

Meskipun rincian rencana tersebut belum sepenuhnya jelas dan belum diverifikasi secara independen oleh militer AS, ancaman ini langsung mendapat respons keras dari sang presiden. Gedung Putih menolak berkomentar lebih jauh dan langsung merujuk pada pernyataan teranyar Trump yang menegaskan bahwa dirinya kini menempati urutan teratas dalam daftar target pembunuhan Iran.

“Mereka ingin menghabisi pemimpin AS-yaitu saya,” cetus Trump kepada wartawan.

“Saya berada di daftar apa pun. Saya melihat pagi ini saya ada di setiap daftar mereka. Dan sejauh ini, saya rasa saya agak beruntung, tapi mungkin itu tidak bertahan lama. Mereka adalah orang-orang jahat dan sakit. Dan kita harus membasmi kanker itu. Kanker itu. Anda tahu apa yang harus dilakukan? Anda harus memotong kanker itu sejak dini. Dan itulah yang saya rasakan,” lanjut Trump menegaskan sikapnya.

Di sisi lain, sejumlah pejabat senior AS bersikap skeptis dan menduga bahwa laporan intelijen Israel tersebut merupakan bagian dari upaya terselubung untuk memengaruhi keputusan politik luar negeri Washington. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memang diketahui sangat meragukan jalur diplomasi yang ditempuh Trump dengan Iran, terlebih setelah massa di Teheran meneriakkan seruan kematian bagi Trump saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei akhir pekan lalu.

Kendati Trump sempat menyatakan bahwa kesepakatan damai telah berakhir menyusul aksi saling serang di Selat Hormuz, upaya diplomatik di balik layar dilaporkan masih terus berjalan demi mengejar target kesepakatan nuklir pada pertengahan Agustus nanti. Situasi di lapangan sendiri tetap diselimuti kewaspadaan tinggi, di mana kru kapal induk USS Abraham Lincoln kedapatan terus menyiagakan jet-jet tempur bersenjata lengkap untuk mengantisipasi perintah serangan udara dadakan sewaktu-waktu.

(fab/fab)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]



Source link

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version