Kementerian Keuangan menjadwalkan kembali pelelangan delapan seri Surat Berharga Syariah Negara. (foto: Okezone.com)
JAKARTA – Kementerian Keuangan menjadwalkan kembali pelelangan delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara yang akan dilaksanakan pada Selasa, 17 Juni 2026. Melalui lelang ini, pemerintah mematok target indikatif untuk meraup dana sebesar Rp12 triliun.
Berdasarkan rilis resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, instrumen yang ditawarkan mencakup seri Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPN-S) dan Project Based Sukuk (PBS).
Secara terperinci, terdapat tiga seri SPN-S yang dilelang, yakni SPNS10082026 (pembukaan kembali/reopening), SPNS16122026 (penerbitan baru/new issuance), serta SPNS01032027 (reopening), yang ketiganya menggunakan skema imbal hasil diskonto.
Selain instrumen jangka pendek tersebut, pemerintah juga menawarkan seri PBS030, PBS040, PBSG002, PBS034, dan PBS038 yang seluruhnya berstatus pembukaan kembali. Dalam daftar tersebut, seri PBS038 menjadi instrumen dengan imbal hasil paling kompetitif, yakni sebesar 6,875 persen, sementara seri PBS040 mencatat imbal hasil terendah di level 5 persen.
Data internal DJPPR menunjukkan adanya tren pemulihan selera investasi pelaku pasar terhadap sukuk negara setelah sempat mengalami kelesuan pada periode lelang sebelumnya. Kondisi ini tercermin dari lonjakan penawaran masuk (incoming bids) pada lelang SBSN tanggal 2 Juni 2026 yang mencapai Rp26,04 triliun, berbanding jauh dengan posisi pada 19 Mei 2026 yang hanya sebesar Rp18,79 triliun.


