Jakarta – Viral di media sosial sebuah narasi beserta video terkait seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang mengaku sebagai pelaku kekerasan seksual. Pihak kampus pun menindaklanjuti kasus tersebut.
Dilansir detikJateng, Sabtu (16/5/2026), berdasarkan kabar yang beredar, mahasiswa tersebut angkatan 2024 D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan. Dalam video yang diunggah, tampak seorang pria memegang kertas bertuliskan pelaku KS atau kekerasan seksual.
Dia mengaku bernama Suharman sekaligus sebagai terduga pelaku KS. Dia pun meminta maaf kepada para korban dan mahasiswa. Dia mengaku tidak bakal mengulangi perbuatannya.
Dalam unggahan lainnya dijelaskan bahwa pria tersebut memoles diri sebagai pribadi yang agamis hingga serius masalah hubungan. Korban disebutkan mencapai 11 orang lebih. Dikatakan pula, korban mengenal terduga pelaku dari kampus dan media sosial hingga aplikasi kencan.
Kampus Buka Suara
Dimintai konfirmasi, Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, membenarkan adanya dugaan kasus tersebut.
“Iya memang dan sudah ada laporan,” kata Nurul kepada detikJateng melalui pesan singkat hari ini.
Undip telah mendapat laporan terkait kasus tersebut pada 24 April 2026 dan saat ini tengah diproses.
“Pihak kampus telah menerima laporan 24 April 2026 lalu dan saat ini sedang ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku melalui pihak berwenang di lingkungan kampus, dalam hal ini Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dan Tim Kode Etik,” ucap Nurul.
Undip menegaskan bakal menindaklanjuti laporan tersebut serta mencegah agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan kampus.
“Universitas Diponegoro menyampaikan keprihatinan atas kabar yang beredar terkait dugaan kasus kekerasan seksual tersebut. Undip berkomitmen menangani setiap laporan secara serius dan sesuai ketentuan yang berlaku, serta terus memperkuat upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi di lingkungan kampus,” imbuhnya.
Simak selengkapnya di sini.
(fas/fas)


