Jakarta –
Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, untuk menjalani puncak ibadah haji. Fase krusial ini memerlukan kesiapan fisik yang matang, sehingga kementerian mengimbau para jemaah untuk memahami tips jaga kesehatan selama Armuzna.
Rangkaian ibadah puncak ini memang sangat membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan jemaah. Mengutip dari situs resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Juru Bicara Kemenhaj, Maria Ulfa Assegaf, secara khusus menekankan bahwa kegiatan di fase Armuzna menuntut stamina tinggi dan tingkat mobilitas yang intensif.
Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar jemaah agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sempurna. Untuk mengantisipasi kondisi darurat, kementerian juga telah menyiagakan Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan Mina agar layanan medis dapat diberikan secara cepat.
Para jemaah juga diimbau agar tidak memaksakan diri di luar batas kemampuannya. Jemaah diminta untuk saling peduli dan segera melapor kepada petugas jika melihat anggota rombongan lain yang tampak kebingungan atau kelelahan.
Panduan Jaga Kesehatan di Armuzna
Kemenhaj merilis panduan khusus bagi para jemaah untuk mempertahankan kondisi fisik mereka. Berikut adalah sejumlah imbauan dan anjuran kesehatan dari pemerintah:
- Pastikan untuk selalu menjaga kondisi tubuh dengan mendapatkan istirahat yang cukup.
- Selalu disiplin untuk makan secara teratur dan memperbanyak minum air putih.
- Jauhi atau hindari aktivitas yang dirasa tidak perlu, sehingga energi tubuh tetap terjaga secara optimal selama pelaksanaan puncak haji.
- Gunakan alat pelindung seperti payung, masker, serta alas kaki yang nyaman saat harus beraktivitas di luar ruangan. Langkah pelindungan ini penting untuk mengurangi risiko kelelahan akibat paparan cuaca panas.
- Khusus bagi para jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau.
- Apabila mulai merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, disarankan segera menghubungi petugas kesehatan terdekat.
Ketentuan Selama Ihram
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah. Berikut rinciannya.
- Bagi jemaah laki-laki, diingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit.
- Bagi jemaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan.
(kny/zap)


