Close Menu
    What's Hot

    Libur Waisak, Tidak Ada CFD Jakarta Minggu 31 Mei

    May 28, 2026

    Bos Danantara Ungkap Gaji Talenta AI Top Dunia Rp1 Triliun : Okezone Economy

    May 28, 2026

    Komisi X DPR Dorong Pemerintah Minta Klarifikasi WNI Diduga Palsukan Riset

    May 28, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home ยป Komisi X DPR Dorong Pemerintah Minta Klarifikasi WNI Diduga Palsukan Riset
    Nasional

    Komisi X DPR Dorong Pemerintah Minta Klarifikasi WNI Diduga Palsukan Riset

    adminBy adminMay 28, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta –

    Ketua Komisi X DPR, Hetifah menyoroti dugaan pemalsuan riset yang dilakukan warga negara Indonesia (WNI)dalam konferensi International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Denmark. Dia mengatakan hal itu harus menjadi perhatian serius pemerintah.

    “Peristiwa dugaan pemalsuan riset oleh sejumlah WNI dalam konferensi ISPPD di Denmark tentu harus menjadi perhatian serius, karena menyangkut integritas akademik dan nama baik Indonesia di forum internasional,” kata Hetifah kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



    Dia menghormati penjelasan pemerintah melalui Mendiktisaintek, Brian Yulianto yang menyatakan bahwa WNI tersebut bukan dosen dan peneliti aktif. Meski demikian, menurut Hetifah, pemerintah harus melakukan investigasi dan meminta klarifikasi kepada WNI yang diduga melakukan pemalsuan.

    “Pernyataan Mendiktisaintek bahwa pihak yang diduga terlibat bukan dosen maupun peneliti aktif perlu dihormati sebagai penjelasan awal pemerintah, namun hal tersebut tidak serta-merta menutup perlunya penelusuran lebih lanjut agar informasi yang beredar tidak menimbulkan spekulasi publik,” ujarnya.

    “Kami pada prinsipnya mendorong investigasi yang objektif, transparan, dan berbasis fakta. Klarifikasi langsung dari para WNI yang dituduhkan juga penting dilakukan untuk memastikan persoalan secara utuh, termasuk menelusuri apakah benar terjadi pelanggaran etik akademik, kesalahan administratif, atau bahkan kesalahpahaman dalam proses konferensi tersebut,” lanjutnya.

    Hetifah menekankan investigasi dan klarifikasi penting dilakukan agar tidak ada pihak yang dirugikan. Dia berharap integritas di dunia akademik tetap dijaga.

    “Langkah ini penting agar tidak ada pihak yang dirugikan tanpa dasar yang jelas. Kasus seperti ini, ke depan, harus menjadi evaluasi tata kelola riset dan publikasi ilmiah Indonesia. Kami tentu berharap, dunia akademik, tetap menjaga standar integritas tinggi, karena reputasi riset nasional merupakan bagian penting dari daya saing bangsa di tingkat global,” imbuhnya.

    Konferensi ilmiah internasional ISPPD 2026 berlangsung pada 17-21 Mei 2026. Sekelompok periset asal Indonesia yang terdiri atas Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti mempresentasikan sejumlah hasil penelitian yang dianggap sangat impresif.

    Usut punya usut, muncul dugaan bahwa penelitian yang dibawakan mereka hasil fabrikasi dan tidak pernah benar-benar dilakukan. Pelaku juga diduga memalsukan identitas. Hal itu diungkap oleh peneliti bernama Ida Bagus Mandhara Brasika melalui akun Threads-nya.

    “Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir di depan ribuan ilmuwan dunia. Hal ini terungkap di konferensi ilmiah ISPPD 2026, sebuah konferensi ilmiah bergengsi untuk ahli pneumonia di seluruh dunia yang tahun ini diadakan di Kopenhagen, Denmark,” tulis Mandhara Brasika di akun Threads-nya, Rabu (27/5).

    “Salah seorang pelaku melakukan pemalsuan identitas. Modusnya pelaku berganti-ganti nama saat presentasi, bermodal ganti jilbab dan nametag. Yang lebih gila… Bukan hanya identitas, risetnya pun palsu! Dibuat dengan AI dan/atau fabrikasi data. Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal risetnya tidak pernah ada. Datanya palsu di generate AI, gambar dan tulisannya juga,” lanjutnya.


    Pernyataan Kemendikti

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan pihaknya memberi atensi terkait kasus tersebut.

    “Kemdiktisaintek memberikan perhatian terhadap informasi yang berkembang terkait dugaan pelanggaran integritas akademik dan etika penelitian yang melibatkan pihak yang menggunakan afiliasi institusi di Indonesia,” kata Brian saat dihubungi, Rabu (27/5/2026).

    Brian menuturkan pihaknya tengah melakukan pendalaman mengenai dugaan riset palsu yang dilakukan oleh WNI. Menurut dia, pendalaman dilakukan untuk mencari fakta dan status WNI dalam forum tersebut.

    “Saat ini kami terus melakukan koordinasi dan pendalaman bersama pihak terkait untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya, termasuk status yang bersangkutan, bentuk afiliasi yang digunakan, serta keterkaitannya dengan institusi pendidikan tinggi atau lembaga riset di Indonesia,” ujarnya.

    “Namun demikian, kita juga harus mengedepankan prinsip kehati-hatian. Semua pihak perlu diberikan ruang klarifikasi, dan setiap dugaan perlu diverifikasi secara objektif berdasarkan bukti serta mekanisme yang berlaku di lingkungan akademik dan penelitian,” lanjutnya.

    Brian mengungkap para WNI itu tidak terindikasi sebagai dosen atau peneliti aktif. Dia menyebutkan pihaknya tetap menaruh perhatian dalam kasus tersebut sebab berpengaruh terhadap persepsi ekosistem riset nasional.

    “Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh, pihak-pihak yang disebut dalam kasus ini tidak terindikasi sebagai dosen atau peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia. Meski demikian, persoalan ini tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi terhadap ekosistem riset nasional secara lebih luas,” ucapnya.

    “Indonesia memiliki mekanisme evaluasi integritas riset melalui perguruan tinggi, komite etik, LPPM, sistem penjaminan mutu akademik, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi dari Kemdiktisaintek maupun BRIN sesuai kewenangannya,” jelasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dek/imk)





    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKetika Purbaya Stres saat Rupiah Kian Melemah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS : Okezone Economy
    Next Article Bos Danantara Ungkap Gaji Talenta AI Top Dunia Rp1 Triliun : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Nasional

    Libur Waisak, Tidak Ada CFD Jakarta Minggu 31 Mei

    May 28, 2026
    Nasional

    Bos Danantara Ungkap Gaji Talenta AI Top Dunia Rp1 Triliun : Okezone Economy

    May 28, 2026
    Nasional

    Ketika Purbaya Stres saat Rupiah Kian Melemah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS : Okezone Economy

    May 27, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Libur Waisak, Tidak Ada CFD Jakarta Minggu 31 Mei

    adminMay 28, 2026

    Jakarta – Pemprov DKI Jakarta meniadakan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD)…

    Bos Danantara Ungkap Gaji Talenta AI Top Dunia Rp1 Triliun : Okezone Economy

    May 28, 2026

    Komisi X DPR Dorong Pemerintah Minta Klarifikasi WNI Diduga Palsukan Riset

    May 28, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Libur Waisak, Tidak Ada CFD Jakarta Minggu 31 Mei

    adminMay 28, 2026

    Jakarta – Pemprov DKI Jakarta meniadakan hari bebas kendaraan bermotor atau car…

    Nasional

    Bos Danantara Ungkap Gaji Talenta AI Top Dunia Rp1 Triliun : Okezone Economy

    adminMay 28, 2026

    Bos Danantara Ungkap Gaji Talenta AI Top Dunia Rp1 Triliun (Foto: Okezone)…

    Nasional

    Komisi X DPR Dorong Pemerintah Minta Klarifikasi WNI Diduga Palsukan Riset

    adminMay 28, 2026

    Jakarta – Ketua Komisi X DPR, Hetifah menyoroti dugaan pemalsuan riset yang…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Pertamina Goes To Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

    May 21, 20263 Views

    Polisi Usut Viral Pemotor Rampas HP Bocah di Lubang Buaya Jaktim

    May 12, 20263 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.