Close akun Kredivo. (Foto: dok Ist)
JAKARTA – Di era digital, kita sering kali terjebak dalam fenomena digital clutter atau penumpukan layanan finansial. Mungkin kamu pernah mendaftar berbagai aplikasi paylater saat sedang butuh-butuhnya, namun seiring berjalannya waktu, aplikasi-aplikasi tersebut sudah jarang digunakan dan hasilnya memenuhi layar ponsel.
Jika kamu sedang menjalani gaya hidup minimalis atau ingin menyederhanakan manajemen keuangan, melakukan close akun Kredivo yang sudah tidak lagi relevan bisa menjadi langkah yang membebaskan.
Bagi penganut minimalisme finansial, memiliki terlalu banyak pintu kredit aktif justru bisa menciptakan beban mental, meski kita tidak menggunakannya. Menjaga jumlah fasilitas kredit seminimal mungkin adalah cara cerdas untuk mempertahankan fokus pada tujuan keuangan utama, seperti menabung untuk investasi jangka panjang atau menjaga Debt Service Ratio tetap rendah.
Meninjau Kembali Kebutuhan Finansialmu
Sebelum benar-benar memproses penutupan, ada baiknya melakukan refleksi jujur. Apakah kamu ingin melakukan penutupan karena akun tersebut sudah tidak memberikan nilai tambah bagi gaya hidupmu? Atau, apakah kamu sebenarnya hanya ingin “istirahat sejenak” dari godaan konsumtif?
Jika alasannya adalah untuk merapikan portofolio keuangan, maka penutupan akun memang langkah yang tepat. Namun, jika kamu sebenarnya masih sering menggunakan fitur-fitur esensial seperti pembayaran listrik, air, atau BPJS yang terasa ringan di Kredivo, pastikan kamu sudah memiliki alternatif yang setara agar rutinitas pembayaran bulananmu tidak terganggu setelah akun resmi ditutup.

