Close Menu
    What's Hot

    Apple Gandeng Nvidia dan Google Kembangkan Siri yang Lebih Canggih

    June 5, 2026

    Momen Bahlil Kaget Disambut Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ di Mubes V Kosgoro

    June 5, 2026

    Purbaya Lapor Anggaran Makan Bergizi Gratis Tembus Rp88,15 Triliun : Okezone Economy

    June 5, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » PCOS Resmi Jadi PMOS, Ini 5 Fakta Penting yang Perlu Diketahui
    Uncategorized

    PCOS Resmi Jadi PMOS, Ini 5 Fakta Penting yang Perlu Diketahui

    adminBy adminJune 5, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Daftar Isi



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Selama ini, PCOS kerap dipahami sebagai penyakit yang berkaitan dengan kista ovarium. Padahal, tidak semua penyandang PCOS memiliki kista, dan gangguan yang terjadi juga tidak hanya terbatas pada ovarium.

    Dalam jurnal The Lancet pada 2026, istilah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) resmi diubah menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS). Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dapat dipahami sebagai Sindrom Ovarium Metabolik Poliendokrin.

    Perubahan nama tersebut dilakukan untuk menegaskan bahwa kondisi ini melibatkan banyak sistem tubuh, mulai dari hormon, metabolisme, fungsi ovarium, hingga risiko kesehatan jangka panjang.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Lalu, apa makna di balik perubahan nama PCOS menjadi PMOS?

    1. PCOS tidak selalu berarti ada kista

    Selama ini, nama PCOS membuat banyak orang mengira kondisi ini pasti ditandai dengan kista ovarium. Padahal, pada pemeriksaan USG yang sering terlihat bukanlah kista dalam pengertian umum, melainkan kumpulan folikel kecil yang belum matang.

    Jurnal The Lancet menyebut istilah PCOS dinilai kurang tepat karena membuat perhatian terlalu terpusat pada ovarium. Akibatnya, aspek lain seperti gangguan hormon dan metabolisme kerap terabaikan.

    2. Masalahnya bukan hanya soal reproduksi

    PMOS tidak hanya berkaitan dengan haid yang tidak teratur atau gangguan kesuburan. Kondisi ini juga berhubungan dengan sistem hormon, metabolisme, kesehatan kulit, berat badan, hingga kesehatan mental.

    Mengutip Endocrine Society, PMOS ditandai oleh perubahan hormonal yang dapat memengaruhi berat badan, kesehatan metabolik dan mental, kondisi kulit, serta sistem reproduksi. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada ovarium.

    3. Banyak pasien bisa terlambat didiagnosis

    Istilah PCOS juga dinilai dapat membuat sebagian pasien terlambat mendapatkan diagnosis. Sebab, keluhan mereka bisa saja diabaikan ketika pemeriksaan tidak menemukan kista ovarium.

    Padahal, seseorang tetap dapat mengalami gejala seperti haid tidak teratur, jerawat berat, rambut rontok, pertumbuhan rambut berlebih, resistensi insulin, kenaikan berat badan, atau gangguan kesuburan tanpa memiliki kista ovarium yang jelas.

    4. PMOS dapat berdampak jangka panjang

    Perubahan nama ini juga menegaskan bahwa PMOS bukan sekadar masalah kesuburan. Kondisi tersebut dapat berdampak sepanjang hidup dan memengaruhi kesehatan pada berbagai fase usia.

    PMOS diketahui berkaitan dengan resistensi insulin, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, henti napas saat tidur (sleep apnea), perlemakan hati, hingga gangguan kesehatan mental. Karena itu, pemantauan kesehatan metabolik dan mental menjadi bagian penting dalam penanganannya.

    5. Perubahan nama ini lahir dari konsensus global

    Pergantian nama PCOS menjadi PMOS bukan keputusan sepihak. Prosesnya melibatkan 56 organisasi akademik, klinis, dan kelompok pasien, serta lebih dari 14.300 responden dari berbagai wilayah dunia.

    Mengutip The Guardian, proses konsensus global tersebut berlangsung sekitar 14 tahun. Tujuannya bukan hanya mengganti nama, tetapi juga mengurangi stigma, memperbaiki proses diagnosis, dan mendorong perawatan yang lebih tepat bagi pasien.

    Dengan nama baru ini, pasien diharapkan tidak lagi terjebak pada anggapan bahwa diagnosis hanya dapat ditegakkan jika terdapat kista ovarium. Keluhan seperti haid tidak teratur, jerawat berat, rambut rontok, pertumbuhan rambut berlebih, perubahan berat badan, hingga tanda-tanda resistensi insulin tetap perlu diperiksakan kepada tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    (anm/tis)


    Add

    as a preferred
    source on Google





    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article5 Provinsi dengan Korban PHK Terbanyak Sepanjang 2026 : Okezone Economy
    Next Article Purbaya Lapor Anggaran Makan Bergizi Gratis Tembus Rp88,15 Triliun : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Uncategorized

    Agustina Arumsari, Teknokratisme, dan Angin Segar Reformasi BGN

    June 5, 2026
    Uncategorized

    Begini Cara Menghadapi Bos Toxic Tanpa Harus Resign Saat Ekonomi Sulit

    June 4, 2026
    Uncategorized

    BI Gelar Pameran Wayang, Hiburan Rakyat dari Krisis ke Krisis

    June 4, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Teknologi

    Apple Gandeng Nvidia dan Google Kembangkan Siri yang Lebih Canggih

    karinaJune 5, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Apple dilaporkan bermitra dengan Google dan Nvidia untuk memperkuat asisten kecerdasan buatan…

    Momen Bahlil Kaget Disambut Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ di Mubes V Kosgoro

    June 5, 2026

    Purbaya Lapor Anggaran Makan Bergizi Gratis Tembus Rp88,15 Triliun : Okezone Economy

    June 5, 2026
    Top Trending
    Teknologi

    Apple Gandeng Nvidia dan Google Kembangkan Siri yang Lebih Canggih

    karinaJune 5, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Apple dilaporkan bermitra dengan Google dan Nvidia untuk memperkuat…

    Nasional

    Momen Bahlil Kaget Disambut Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ di Mubes V Kosgoro

    adminJune 5, 2026

    Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sempat…

    Nasional

    Purbaya Lapor Anggaran Makan Bergizi Gratis Tembus Rp88,15 Triliun : Okezone Economy

    adminJune 5, 2026

    Menkeu Purbaya (Foto: Okezone) JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali : Okezone Economy

    June 1, 20263 Views

    10 Menit Selesai! Panduan Pembatalan Kredivo saat Salah Pilih Tenor Cicilan : Okezone Economy

    May 30, 20263 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.