Purbaya Habiskan Rp11 Triliun Serap SBN di Pasar Sekunder (Foto: Kemenkeu)
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan masih aktif menjalankan strategi intervensi dengan melakukan aksi beli instrumen Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Kebijakan intervensi ini sengaja diambil demi mengawal agar pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tidak bergerak liar dan tetap berada dalam batasan yang stabil. Hingga saat ini, total dana yang telah digelontorkan oleh pemerintah untuk menyerap SBN di pasar sekunder tersebut sudah menembus angka belasan triliun Rupiah.
“Untuk pembelian bond di secondary market, kita masih lakukan. Makanya kan yield yang 10 tahun dan berapa tahun, basically yield government bond agak terkendali kan, tidak terpengaruh oleh Rupiah maupun pergerakan perusahaan. Sudah masuk Rp11 triliun so far ya,” ujar Purbaya dalam konfrensi pers APBN KiTA Edisi Juni, Jumat (5/6/2026).
Menurut analisa Purbaya, kehadiran pemerintah di pasar sekunder berfungsi sebagai instrumen penopang utama (buffer) untuk meredam potensi guncangan di pasar obligasi domestik, terutama saat terjadi tren aksi jual (selling pressure) oleh investor asing.
Efektivitas strategi ini tecermin dari pergerakan kuotasi yield SBN untuk tenor jangka panjang, seperti tenor 10 tahun, yang terpantau relatif aman dan terkendali.

