Rupiah Anjlok, Bagaimana Prediksi Harga Emas Pekan Depan? (Foto: Okezone)
JAKARTA – Harga emas dunia beserta logam mulia domestik menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan sebuah anomali menarik di mana kemerosotan harga logam mulia di pasar dalam negeri justru terselamatkan dan tertahan akibat dampak negatif dari pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.
Ibrahim menjelaskan, pada penutupan perdagangan sebelumnya, harga emas global bertengger di level USD4.327 per troy ons, sementara harga logam mulia antam/fisik di Indonesia ditutup stagnan pada level Rp2.738.000 per gram.
“Ya emas dunia pun juga akhirnya melemah kemudian logam mulia pun juga melemah. Nah pelemahan logam mulia ini tertahan oleh pelemahan mata uang rupiah sehingga untuk harga emas ini akan tertahan ya pelemahannya dan secara teknikal bahwa harga emas dunia kemarin ditutup di USD4.327 per troy ons,” jelas Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, jika posisi Rupiah saat ini stabil dan tidak mengalami depresiasi, maka harga emas batangan di dalam negeri diproyeksikan sudah anjlok jauh lebih dalam.
“Jadi ketahanan melemahnya logam mulia ketahan oleh pelemahan mata uang rupiah sehingga kalau rupiahnya tidak melemah ya kemungkinan sudah di bawah Rp2.500.000-an tapi karena rupiahnya melemah ini tertahan. Jadi stagnannya kemarin ditutup di Rp2.738.000-an,” imbuhnya.
Apabila tekanan di pasar komoditas terus berlanjut dan memicu koreksi lebih lanjut pada harga emas dunia maupun logam mulia, Ibrahim telah memetakan beberapa titik jenuh bawah (support) teknikal yang perlu diwaspadai investor untuk sepekan ke depan.
Jika melemah, akan menguji level USD4.264 per troy ons. Jika koreksi berlanjut, harga dapat merosot ke level.
Adapun logam mulia domestik diperkirakan menguji level Rp2.708.000 per gram. Jika pelemahan semakin pekat, harga berpotensi mendarat di kisaran Rp2.630.000 per gram.
“Artinya apa? Pertahanan logam mulia ini ketahan oleh pelemahan mata uang rupiah. Kalau seandainya melemah supportnya di 2.708.000 rupiah per gram. Kalau seandainya melemah kembali kemungkinan besar harga logam mulia itu di 2.630.000. Itu kalau seandainya emas dunia logam mulia terkoreksi,” jelas Ibrahim.

