Purbaya Yakin Rupiah Menguat Lagi, Rp16.800 per Dolar AS di 2027 (Foto: Kemenkeu)
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali menguat secara bertahap. Penguatan Rupiah diprediksi pada Juli hingga Desember 2026. Saat ini, Rupiah sudah berhasil lepas dari level Rp18.000 per dolar AS.
Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang menjadi pilar pendahuluan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, nilai tukar rupiah dipatok bergerak stabil pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
“Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Purbaya menjelaskan, pelemahan nilai tukar Eupiah dalam beberapa waktu terakhir merupakan imbas dari kombinasi tiga faktor utama.
Faktor tersebut meliputi guncangan sentimen global yang memicu kondisi menghindari risiko (risk-off) di pasar finansial internasional, serta adanya defisit tekanan dari pos transaksi berjalan (current account) dan transaksi finansial di dalam negeri.
Kendati demikian, Purbaya meyakini gejolak tersebut dapat dinetralisasi melalui komitmen bauran kebijakan terintegrasi antar-otoritas serta penataan ulang regulasi arus modal masuk.
“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor,” ucap Purbaya.

