Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mencatat total akumulasi penyaluran pinjaman telah melampaui Rp1.388 triliun. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mencatat total akumulasi penyaluran pinjaman telah melampaui Rp1.388 triliun, dengan lebih dari 169 juta borrower aktif yang terlayani.
Sebanyak 38 hingga 40 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM yang mendapatkan akses pendanaan untuk pertama kalinya, dan lebih dari 90 persen borrower membayar tepat waktu sesuai perjanjian.
Sekretaris Jenderal Aftech, Firlie Ganinduto, mengatakan pindar menjadi jembatan bagi jutaan orang yang selama ini tidak memiliki rekam jejak perbankan untuk mendapatkan modal dan berkembang. Mereka meminjam untuk membeli stok dagangan, membayar biaya sekolah anak, atau menambah modal saat arus kas tersendat, kemudian melunasi pinjamannya tanpa masalah.
“Cerita mereka juga bagian dari realitas industri ini,” katanya, Senin (15/6/2026).
Firlie menjelaskan Aftech secara aktif memastikan seluruh penyelenggara pindar yang menjadi anggota beroperasi dengan standar tata kelola yang ketat, transparan dalam biaya dan bunga sejak awal perjanjian, serta memiliki mekanisme perlindungan konsumen yang terstandar dan dapat diakses publik.
“Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. Aftech tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif. Kami adalah mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan itu, kepada pengguna, kepada regulator, kepada masyarakat luas,” tegasnya.
Di tingkat platform, dampak yang dirasakan borrower tidak berhenti pada angka pinjaman yang cair.

