Close Menu
    What's Hot

    Polisi Amankan 18 Remaja Hendak Tawuran di Bekasi, Bom Molotov Disita

    June 16, 2026

    Rayakan HUT ke-499, Pemprov DKI Berlakukan Pembebasan Sanksi PKB dan BBNKB : Okezone Economy

    June 16, 2026

    BNN Kepri Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Batam, 3 Orang Ditangkap

    June 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » Makin Panjang Seteru PSI dan PDIP Perihal Jokowi
    Nasional

    Makin Panjang Seteru PSI dan PDIP Perihal Jokowi

    adminBy adminJune 16, 2026No Comments5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta –

    Seteru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) semakin panjang. Kedua partai itu saling balas pernyataan perihal Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

    Dirangkum detikcom, Selasa (16/6/2026), seteru terbaru antara PSI dan PDIP terkait Jokowi akan segara berjaket partai berlogo gajah, seperti diungkap oleh Wakil Ketua Pembina DPP PSI, Grace Natalie. Dari kabar itu, membuat PSI dan PDIP saling berbalas pernyataan.

    PSI Sebut Jokowi Tak Lagi Bersama PDIP

    Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan penyematan jaket PSI ke Jokowi menjadi penanda Jokowi tak lagi bersama PDIP. Bestari mengatakan penyematan jaket akan dilakukan Ketum PSI Kaesang Pangarep.


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



    “Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI,” kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (13/6).

    Dia mengatakan rencana Jokowi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI telah disampaikan sebelumnya oleh Kaesang dalam sejumlah kunjungan. Termasuk di Sumatera Selatan dan Lampung.

    “Tentunya kalau soal jaketnya itu kan simbolik. Penjaketan itu simbolik tentu menyesuaikan dengan waktu dan tempat nanti di mana Ketua Umum yang akan menyematkan secara simbolis, dimulainya efektifnya beliau nanti Pak Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina,” ujarnya.

    Bestari berharap setelah prosesi penyematan jaket PSI, status politik Jokowi menjadi lebih jelas di hadapan publik. Dia menegaskan Jokowi tak lagi berada di PDIP.

    PDIP Bilang Jokowi Dipecat, Bukan Keluar

    Kemudian pernyataan Bestari Barus dibalas oleh Politisi PDIP Guntur Romli. Dia menegaskan Jokowi sudah dipecat PDIP pada Desember 2024.

    “Saya koreksi judulnya, Jokowi bukan hanya tidak lagi bersama PDI Perjuangan, tapi Jokowi sudah dipecat oleh PDI Perjuangan, bersama Gibran, Bobby, dan 27 lainnya pada Desember 2024, karena pelanggaran konstitusional, pelanggaran terhadap AD/ART dan peraturan partai,” ujar Guntur saat dihubungi, Minggu (14/6).

    “Jadi Jokowi bukan keluar dari PDI Perjuangan atau mundur, tapi dipecat karena pelanggaran. Karena dia sudah dipecat, maka bukan menjadi urusan PDI Perjuangan dia mau tidak berpartai atau berpartai lagi,” tambahnya.

    Kemudian, Guntur juga mengungkit pengikut Jokowi saat masih di PDIP, tak mau disebut sebagai petugas partai. Dia menyentil hal tersebut. Lebih lanjut, dia juga menyinggung posisi Jokowi di PSI, yang dianggapnya sebagai pelayan saja.

    “Bedanya ‘petugas partai’ Jokowi sebagai orang partai (PDI Perjuangan) ditugaskan untuk kepentingan rakyat dan negara. ‘Jongos partai’ Jokowi sebagai orang partai (PSI) hanya bekerja untuk kepentingan elektoral partai, itu saja,” katanya.

    PSI Sebut PDIP Sakit Hati Mendalam Ditinggal Jokowi

    Bestari Barus lantas merespons lagi pernyataan Guntur Romli. Dia mengatakan jajaran PDIP sakit hati mendalam setelah ditinggal Jokowi. Ia berharap PDIP bisa menata diri agar lebih dewasa dalam berpolitik.

    “Tapi memang apa yang beberapa kali saya sampaikan di berbagai kesempatan bahwa memang rasa sakit ditinggal oleh Pak Jokowi itu ya, rasa sakit yang dirasakan karena ditinggal oleh Pak Jokowi itu memang sangat mendalam dan terpelihara itu bertumpuk-tumpuk di dalam hati mereka gitu. Ya perlu pendidikan pendewasaan kembali itu di kurikulum, kalau ada kurikulumnya juga itu partai, supaya bisa kemudian lebih menata diri lebih dewasa di dalam berpolitik,” kata Bestari saat dihubungi.

    Lebih lanjut, Bestari tidak mempersoalkan Jokowi dipecat atau tidak. Dia mengatakan banyak masyarakat yang bahagia Jokowi tidak lagi berada di PDIP. Dia juga berharap PDIP tidak ikut-ikutan mencampuri urusan PSI.

    “Lho, begini, apa pun yang akan dilakukan Pak Jokowi bersama PSI tidak usah menjadi apa namanya perhatian ataupun concern daripada PDIP. Uruslah partaimu, kan begitu. Nah ya kalau Pak Jokowi itu bahkan kita jaketkan secara ini simbolis dulu sudah sudah pernah di rumah beliau gitu, ya jaket kehormatan kita berikan gitu,” imbuh dia.

    PDIP Ngaku Sudah Lupa Jokowi

    Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut PDIP sakit hati mendalam usai ditinggal Jokowi. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira membalas pernyataan tersebut dengan menegaskan Jokowi dipecat PDIP.

    “Jokowi dipecat!” kata Hugo kepada wartawan, Senin (15/6). Hugo menjawab pertanyaan apakah betul PDIP sakit hati ditinggal Jokowi.

    Hugo mengatakan internal PDIP sudah lupa dengan Jokowi. Namun, beredarnya isu ijazah palsu yang dituduhkan ke Jokowi membuat PDIP teringat lagi dengan Presiden ke-7 RI tersebut.

    “Di PDI Perjuangan kami sudah lupa. Gara-gara ijazah palsu jadi muncul lagi orang ini. Algoritma ijazah mengingatkan nama ini,” sambungnya.

    Menurut Hugo, hal yang diingat dari Jokowi hanya seputar isu ijazah palsu. “Yang teringat malah ijazah palsu karena ramai dibicarakan di media dan sampai sekarang tidak ada penyelesaiannya,” ujar Hugo.

    Respons PSI

    Ketua DPP PSI Bestari Barus menyikapi pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang menyebut partainya sudah melupakan Jokowi. PSI menyinggung nama Jokowi yang terus diperbincangkan.

    “Ya alhamdulillah, kalau orang sudah lupa itu udah nggak inget gitu loh, tapi kan masih terus ngomongin aja,” kata Bestari kepada wartawan, Senin (15/6).

    Bestari mengatakan PDIP belum melupakan sosok Jokowi. Ia mengungkit kemenangan Jokowi dalam pemilu bukan lantaran PDIP, melainkan karena rakyat.

    “Belum melupakan gitu kan, belum move on-lah, belum move on, ya kan? Jadi ya kami cukup prihatin dengan rasa yang dialami oleh PDIP atas hengkangnya Pak Jokowi ke partai kami,” kata Bestari.

    “Kalau konstitusinya konstitusi PDIP memang tidak patut untuk diikuti oleh Presiden, apabila tidak berkesesuaian dengan yang menjadi tugas Pak Presiden sebagai abdi rakyat. Beliau bukan abdi partai apalagi sekedar petugas partai. Dan ingat, yang memenangkan, yang memenangkan Pak Jokowi itu bukan PDIP sendiri, tapi rakyat,” sambungnya.

    Ia mengatakan presiden adalah abdi rakyat bukan partai. Bestari menyambut dengan bahagia Jokowi tak lagi bersama PDIP.

    “Presiden abdi rakyat, ya masyarakat Indonesia sangat bersyukur dan kami berbahagia. Semakin cepat Pak Jokowi bersama kami, maka semakin cepat rakyat akan mendapatkan figur kesayangan mereka kembali, saya kira itu. Tanpa harus diintimidasi ataupun dikuyo-kuyo oleh partai-partai seperti itu gitu loh,” imbuhnya.

    Halaman 2 dari 3

    (fas/maa)





    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePerbandingan Harga BBM Pertamax RON 92 di RI dengan Negara Tetangga, Lebih Murah Mana? : Okezone Economy
    Next Article Siap-Siap! Tenaga Kerja Indonesia Bisa Bekerja di Eropa : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Nasional

    Polisi Amankan 18 Remaja Hendak Tawuran di Bekasi, Bom Molotov Disita

    June 16, 2026
    Nasional

    Rayakan HUT ke-499, Pemprov DKI Berlakukan Pembebasan Sanksi PKB dan BBNKB : Okezone Economy

    June 16, 2026
    Nasional

    BNN Kepri Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Batam, 3 Orang Ditangkap

    June 16, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Polisi Amankan 18 Remaja Hendak Tawuran di Bekasi, Bom Molotov Disita

    adminJune 16, 2026

    Bekasi – Tim Patroli Brimob Kompi 2 Batalyon D Pelopor Brimob Polda Metro Jaya menangkap…

    Rayakan HUT ke-499, Pemprov DKI Berlakukan Pembebasan Sanksi PKB dan BBNKB : Okezone Economy

    June 16, 2026

    BNN Kepri Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Batam, 3 Orang Ditangkap

    June 16, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Polisi Amankan 18 Remaja Hendak Tawuran di Bekasi, Bom Molotov Disita

    adminJune 16, 2026

    Bekasi – Tim Patroli Brimob Kompi 2 Batalyon D Pelopor Brimob Polda…

    Nasional

    Rayakan HUT ke-499, Pemprov DKI Berlakukan Pembebasan Sanksi PKB dan BBNKB : Okezone Economy

    adminJune 16, 2026

    Ilustrasi pajak kendaraan bermotor. (Foto: Freepik/topntp26) JAKARTA – Saat…

    Nasional

    BNN Kepri Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Batam, 3 Orang Ditangkap

    adminJune 16, 2026

    Jakarta – BNN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membongkar peredaran vape yang diduga…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Telkom Rombak Daftar Petinggi: Silmy Karim Keluar, Edwin Hidayat Masuk

    June 8, 20264 Views

    Intip Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026 : Okezone Economy

    June 7, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.