Close Menu
    What's Hot

    Subsidi Listrik Berpotensi Bengkak Jadi Rp122,83 Triliun pada 2027 : Okezone Economy

    June 16, 2026

    Khawatir Gempa Susulan, Warga Palu Terpaksa Tidur di Luar Rumah

    June 16, 2026

    Analisis BMKG soal Gempa M 5,1 Guncang Palu

    June 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home ยป Golkar Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran: Momentum Pemerintah Perbaiki Fiskal
    Nasional

    Golkar Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran: Momentum Pemerintah Perbaiki Fiskal

    adminBy adminJune 16, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta –

    Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji menyambut baik kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dia meminta Pemerintah Indonesia agar memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan rakyat.

    “Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan. Pemerintah harus bergerak cepat dan terukur untuk mengonversi perdamaian ini menjadi manfaat nyata bagi rakyat Indonesia,” kata Sarmuji dalam keterangan tertulisnya, dilansir Antara, Rabu (17/6/2026).

    Sarmuji mengatakan sinyal pasar sudah berbicara lebih cepat dari kalkulasi apa pun. Harga minyak Brent langsung merosot hampir 4 persen ke kisaran 83,92 dolar AS per barel pada perdagangan Senin pagi dari penutupan Jumat pada kisaran 87,33 dolar AS per barel.


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ia merinci sejumlah langkah konkret yang mendesak dilakukan. Pertama, pemerintah perlu melakukan perbaikan fiskal dengan mengevaluasi dan menyesuaikan subsidi energi secara bertahap seiring normalisasi harga minyak global.

    Sekjen Partai Golkar itu menegaskan ruang fiskal yang selama ini tergerus pembengkakan subsidi BBM, kini terbuka kembali dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

    “Anggaran yang sebelumnya terpaksa dialokasikan untuk menutup pembengkakan subsidi dapat dialihkan dan difokuskan pada sektor-sektor strategis dan prioritas, seperti infrastruktur, pendidikan, dan perlindungan sosial yang manfaatnya lebih langsung dirasakan rakyat,” ujarnya.

    Kedua, meredanya premi risiko geopolitik memungkinkan biaya impor minyak dan gas menjadi lebih efisien, yang akan berdampak langsung pada penurunan biaya produksi domestik dan tekanan inflasi.

    Ketiga, pembukaan penuh Selat Hormuz harus segera dimanfaatkan untuk memperlancar rantai pasok ekspor-impor yang selama berbulan-bulan terganggu, sekaligus memangkas biaya logistik internasional yang membebani pelaku usaha.

    Keempat, Indonesia perlu menggenjot ekspor nonmigas ke kawasan Timur Tengah dan negara-negara yang selama ini terdampak konflik, termasuk menjalin kembali kesepakatan dagang dengan Iran di sektor produk pertanian dan manufaktur yang sempat tertunda.

    Sarmuji menekankan bahwa kesepakatan ini bukan hanya kemenangan bagi kedua negara yang bertikai, melainkan juga kemenangan bagi tatanan multilateral dan peran aktif diplomasi negara-negara berkembang.

    Pakistan, bersama Turki, Qatar, dan Arab Saudi, memainkan peran kunci sebagai fasilitator dalam proses perundingan yang panjang dan melelahkan ini.

    “Ini membuktikan bahwa jalur diplomasi, sekalipun sulit dan berliku, selalu lebih bermartabat daripada perang,” tegasnya.

    Sarmuji menekankan perdamaian di atas kertas harus segera diterjemahkan ke dalam pemulihan ekonomi yang nyata. Menurutnya, perang AS-Iran telah meninggalkan luka ekonomi yang dalam, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia.

    “Kami berharap kesepakatan damai ini segera berdampak pada penurunan harga minyak dunia yang selama ini terdampak oleh eskalasi konflik dan penutupan Selat Hormuz. Harga minyak yang tinggi membebani APBN kita melalui subsidi BBM yang membengkak, menekan daya beli masyarakat, dan menambah tekanan inflasi. Normalisasi harga energi dunia adalah kepentingan langsung rakyat Indonesia,” ucap Sarmuji.

    Ia menambahkan dampak ikutan dari konflik ini tidak berhenti pada harga minyak. Gangguan rantai pasok global yang dipicu penutupan Selat Hormuz telah mendorong lonjakan biaya logistik dan pengiriman internasional, yang pada akhirnya dirasakan konsumen dan pelaku usaha di Indonesia.

    Di luar agenda jangka pendek, Sarmuji menekankan satu pelajaran struktural yang tidak boleh dilupakan meski situasi sudah membaik. Krisis Selat Hormuz telah mengekspos celah dalam ketahanan energi Indonesia ketika satu titik strategis tersumbat.

    “Perdamaian ini tidak menghapus kerentanan itu. Justru sekarang, dalam situasi lebih tenang, adalah waktu yang tepat untuk membangun ketahanan yang sesungguhnya. Kita harus mendiversifikasi sumber energi dan tidak boleh terlalu bergantung pada satu atau dua negara pemasok saja. Pemerintah perlu menjajaki alternatif sumber energi baru dari berbagai kawasan dan berbagai mitra agar kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak membuat kita tak berdaya,” ujar Sarmuji.

    Ia mendorong pemerintah memperkuat kerja sama bilateral dengan negara-negara Timur Tengah secara lebih luas, termasuk Iran, untuk membangun kemitraan jangka panjang di bidang energi dan perdagangan non-migas.

    “Golkar berharap kesepakatan ini menjadi titik awal rekonstruksi kawasan yang lebih stabil, adil, dan damai, bukan hanya gencatan senjata di atas kertas,” imbuhnya.

    (fas/fas)

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGempa M 5,1 Guncang Poso, Tak Berpotensi Tsunami
    Next Article Analisis BMKG soal Gempa M 5,1 Guncang Palu
    admin
    • Website

    Related Posts

    Nasional

    Subsidi Listrik Berpotensi Bengkak Jadi Rp122,83 Triliun pada 2027 : Okezone Economy

    June 16, 2026
    Nasional

    Khawatir Gempa Susulan, Warga Palu Terpaksa Tidur di Luar Rumah

    June 16, 2026
    Nasional

    Analisis BMKG soal Gempa M 5,1 Guncang Palu

    June 16, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Subsidi Listrik Berpotensi Bengkak Jadi Rp122,83 Triliun pada 2027 : Okezone Economy

    adminJune 16, 2026

    Beban subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 diperkirakan meningkat. (Foto:…

    Khawatir Gempa Susulan, Warga Palu Terpaksa Tidur di Luar Rumah

    June 16, 2026

    Analisis BMKG soal Gempa M 5,1 Guncang Palu

    June 16, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Subsidi Listrik Berpotensi Bengkak Jadi Rp122,83 Triliun pada 2027 : Okezone Economy

    adminJune 16, 2026

    Beban subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027…

    Nasional

    Khawatir Gempa Susulan, Warga Palu Terpaksa Tidur di Luar Rumah

    adminJune 16, 2026

    Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Kota Palu,…

    Nasional

    Analisis BMKG soal Gempa M 5,1 Guncang Palu

    adminJune 16, 2026

    Jakarta – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Kota Palu…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Telkom Rombak Daftar Petinggi: Silmy Karim Keluar, Edwin Hidayat Masuk

    June 8, 20264 Views

    Intip Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026 : Okezone Economy

    June 7, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.