Close Menu
    What's Hot

    PDIP Bantah Tudingan BEM Bersatu soal Tiyo Ardianto-Letjen Purn Setyo Sularso

    June 17, 2026

    Kemnaker Siapkan Pencairan Uang Saku Magang Nasional Gelombang Terakhir Pekan Ini : Okezone Economy

    June 17, 2026

    Insentif Rp 1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni

    June 17, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home ยป Pimpinan Komisi IX DPR Dukung MBG untuk Siswa SMA Dievaluasi
    Nasional

    Pimpinan Komisi IX DPR Dukung MBG untuk Siswa SMA Dievaluasi

    adminBy adminJune 17, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta –

    Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari mengatakan siswa SMA ‘high class’ dengan uang saku tinggi semestinya tak mendapat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Waka Komisi IX DPR Charles Honoris mengatakan penyetopan pemberian MBG ke siswa SMA layak dipertimbangkan.

    “Saya berpendapat langkah untuk menghentikan pemberian MBG kepada siswa SMA bukan hanya layak dipertimbangkan, tetapi memang harus dilakukan sebagai bagian dari refocusing program,” ujar Charles kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



    Charles mengatakan tujuan utama MBG adalah perbaikan gizi dan pencegahan stunting. Karena itu, anggaran negara harus difokuskan kepada kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

    “Kita harus berani membedakan antara kebutuhan akan makanan bergizi dan kebutuhan akan intervensi negara. Semua anak tentu membutuhkan makanan bergizi, tetapi tidak semua anak membutuhkan subsidi makan dari negara. Dalam kondisi fiskal yang semakin terbatas, bantuan pemerintah harus diprioritaskan kepada mereka yang paling membutuhkan,” sambung Charles.

    Sebagian besar anak SMA, terang Charles, sudah melewati fase pertumbuhan yang paling krusial. Oleh karena itu, manfaat tambahan yang diperoleh dari pemberian MBG kepada kelompok ini relatif lebih kecil dibandingkan apabila anggaran yang sama digunakan untuk ibu hamil, balita, atau anak-anak dari keluarga miskin yang masih menghadapi risiko kekurangan gizi.

    “Saya justru melihat kepemimpinan baru di BGN harus berani melakukan desain ulang program secara menyeluruh. Jika penerima manfaat difokuskan pada ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak sekolah dari keluarga desil 1 sampai 3, jumlah penerima manfaat diperkirakan hanya sekitar 25 juta orang. Bahkan jika siswa SMA tidak lagi menjadi sasaran program, jumlah tersebut bisa lebih rendah lagi,” lanjutnya.

    Dengan begitu, katanya, negara dapat menghemat anggaran dalam jumlah yang sangat besar sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan. “Parameter keberhasilan MBG seharusnya bukan berapa banyak ompreng yang dibagikan, melainkan seberapa besar perbaikan status gizi yang berhasil dicapai. Fokus program harus bergeser dari kuantitas penerima manfaat menuju kualitas dampak yang dihasilkan,” sambung Charles.

    Hal senada juga diutarakan Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago. Irma menyebut dari awal ia mengusulkan penerima manfaat MBG hanya sampai jenjang SMP saja.

    “Sedari awal saya usul cukup anak TK sampai SMP saja seperti di Jepang, untuk eliminasi stunting, yang diberikan hanya untuk ibu hamil keluarga miskin, anak balita dan anak dengan gizi buruk,” kata Irma.

    “Untuk anak SMA di wilayah miskin infonya masih diberikan, setidaknya dalam rangka mengurangi kemiskinan. Jika dikaitkan dengan peningkatan gizi agar dapat meningkatkan imunitas tubuh tentu bagus, tetapi tidak untuk peningkatan IQ,” lanjutnya.

    Sebelumnya, Arumsari mengatakan pihaknya akan memfokuskan kembali penerima manfaat MBG. BGN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait penentuan penerima manfaat tersebut.

    “Salah satu langkah perbaikan yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, kami sudah berkoordinasi dengan beberapa kementerian yang lain,” kata Arum.

    “Yang intinya adalah memang secara teknis menurut Kementerian Kesehatan intervensi kesehatan gizi sebaiknya dilakukan misalnya teknisnya ya, itu adalah dari usia kandungan sampai dengan 1.000 hari pertama usia kelahiran itu volume otak bisa maksimal, lalu sampai dengan 2 tahun itu nanti ada intervensi gizi, lalu sampai dengan usia selanjutnya,” sambungnya.

    Ia menyebutkan pagu yang diterima BGN akan berubah sesuai dengan penyesuaian anggaran. Menurut dia, nilai dari pagu indikatif yang didapat akan turun sesuai dengan kebijakan efisien di BGN.

    “Nah, beberapa hal sudah kami exercise, sudah kami exercise, namun mungkin secara angka kami belum sampai membahas dengan Kementerian Keuangan dengan Bappenas. Tapi yang jelas akan ada efisiensi lagi,” ujar dia.

    Ia berharap dengan demikian tujuan intervensi ke penerima manfaat MBG tercapai. Arum lantas menyinggung siswa SMA ‘high class’ dengan uang saku tinggi semestinya tak mendapat MBG.

    “Tujuannya adalah bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai tetapi penerima manfaatnya lebih fokus. Contoh, misalnya lah contoh gampang, untuk SMA ya mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang, mungkin yang uang sakunya anak-anaknya sudah Rp 100.000, Rp 200.000 gitu ya,” kata Arumsari.

    “Mungkin yang high class gitu itu tidak perlu lagi. Nah, itu beberapa contoh. Itu sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat,” tambahnya.

    Halaman 2 dari 3

    (isa/knv)





    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleRumah Tangga 900 VA ke Bawah Akan Dapat Kompor Listrik : Okezone Economy
    Next Article Pertamina Jelaskan Asal-usul Angka Rp18.040 pada Struk Pertalite : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Nasional

    PDIP Bantah Tudingan BEM Bersatu soal Tiyo Ardianto-Letjen Purn Setyo Sularso

    June 17, 2026
    Nasional

    Kemnaker Siapkan Pencairan Uang Saku Magang Nasional Gelombang Terakhir Pekan Ini : Okezone Economy

    June 17, 2026
    Nasional

    Insentif Rp 1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni

    June 17, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    PDIP Bantah Tudingan BEM Bersatu soal Tiyo Ardianto-Letjen Purn Setyo Sularso

    adminJune 17, 2026

    Jakarta – Aliansi mahasiswa BEM bersatu menyoroti kedekatan eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, yang…

    Kemnaker Siapkan Pencairan Uang Saku Magang Nasional Gelombang Terakhir Pekan Ini : Okezone Economy

    June 17, 2026

    Insentif Rp 1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni

    June 17, 2026
    Top Trending
    Nasional

    PDIP Bantah Tudingan BEM Bersatu soal Tiyo Ardianto-Letjen Purn Setyo Sularso

    adminJune 17, 2026

    Jakarta – Aliansi mahasiswa BEM bersatu menyoroti kedekatan eks Ketua BEM UGM…

    Nasional

    Kemnaker Siapkan Pencairan Uang Saku Magang Nasional Gelombang Terakhir Pekan Ini : Okezone Economy

    adminJune 17, 2026

    JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadwalkan pencairan uang saku tahap akhir bagi…

    Nasional

    Insentif Rp 1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Mulai Cair Akhir Juni

    adminJune 17, 2026

    Jakarta – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Telkom Rombak Daftar Petinggi: Silmy Karim Keluar, Edwin Hidayat Masuk

    June 8, 20264 Views

    Intip Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026 : Okezone Economy

    June 7, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.