Close Menu
    What's Hot

    Gempa M 4,9 Terjadi di Bengkulu Selatan

    June 22, 2026

    Pemerintah Tambah Alokasi KUR Perumahan Jadi Rp50 Triliun di 2026 : Okezone Economy

    June 22, 2026

    Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Pakai Sianida, 2 Orang Ditangkap

    June 22, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » Kenapa Kukang Bergerak Sangat Lambat? Pakar Beri Penjelasannya
    Teknologi

    Kenapa Kukang Bergerak Sangat Lambat? Pakar Beri Penjelasannya

    karinaBy karinaJune 22, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNN Indonesia —

    Sebuah studi terbaru mengungkap petunjuk tentang bagaimana kukang berevolusi hingga memiliki gaya hidup yang sangat hemat energi dan, menjadikannya mamalia dengan pergerakan dan metabolisme paling lambat di planet ini.

    Tim peneliti melakukan analisis komprehensif terhadap kukang berjari dua (Choloepus didactylus) dan membandingkannya dengan puluhan mamalia lain, termasuk trenggiling dan armadilo yang masih satu kelompok taksonomi dengannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Analisis tersebut menemukan sejumlah urutan DNA yang mampu berpindah atau menyalin diri ke posisi baru di dalam genom. Urutan ini dikenal sebagai transposon atau “gen loncat”, dan membentuk bagian penting dari kisah evolusi seekor hewan.

    Pada garis evolusi kukang, bukti aktivitas transposon ini terbentang lebih dari 30 juta tahun ke belakang.





    Yang paling menarik perhatian para peneliti adalah bahwa sejumlah gen tersebut terhubung dengan mitokondria serta gen-gen lain yang terlibat dalam metabolisme.

    “Temuan kami menunjukkan bahwa kukang mungkin telah mengembangkan ‘sistem cadangan’ genetik yang membantu mengompensasi mitokondria mereka yang ‘santai’ dan mendukung gaya hidup unik mereka,” kata ahli genomika keanekaragaman hayati Camila Mazzoni dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research, Jerman, dikutip dari Science Alert.

    Dengan kata lain, rendahnya kebutuhan energi sel kukang diduga memungkinkan mutasi terakumulasi dalam genom mitokondria mereka yang lambat.

    Gen loncat kemungkinan berfungsi sebagai kompensasi, menciptakan jalur genetik alternatif agar hewan tersebut tetap berfungsi. Namun, para peneliti menyebut penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikannya.

    Riset yang dirilis dalam jurnal BMC Biology ini menyebut beberapa urutan genetik ini telah terjaga selama sekitar 30 juta tahun dan tampak berasal dari nenek moyang bersama kukang modern, yaitu setelah kukang berpisah jalur evolusi dari trenggiling dan armadilo.

    “Kukang memiliki metabolisme paling lambat dari semua mamalia, namun mereka tetap sehat,” ujar Mazzoni.

    “Memahami bagaimana mereka mencapai ini bisa mengungkap wawasan baru tentang cara sel mengelola energi secara efisien,” tambahnya.

    Temuan ini juga berimplikasi pada kesehatan manusia. Berbagai kondisi medis pada manusia, termasuk diabetes, gangguan terkait penuaan, neurodegenerasi, dan penyusutan otot, melibatkan masalah produksi energi dan fungsi mitokondria.

    Sebagai contoh, obesitas dapat berdampak pada mitokondria, dan gangguan pada organel ini telah dikaitkan dengan penyakit seperti Parkinson.

    “Meski penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan, lini sel kukang dapat menjadi model alami untuk memahami bagaimana organisme bertahan dalam kondisi energi rendah, dan apa yang salah saat penyakit terjadi,” kata ahli biologi molekuler Pedro Galante dari Hospital Sírio Libanês, Brasil.

    “Dalam jangka panjang, ini bisa menginformasikan riset tentang preservasi jaringan, pengobatan perawatan kritis, penuaan, penyakit metabolik, bahkan perjalanan luar angkasa jarak jauh,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, para peneliti menyoroti bagaimana perubahan DNA yang dihasilkan oleh gen loncat dapat memicu kanker pada manusia. Artinya, toleransi kukang yang sangat tinggi terhadap mekanisme ini justru semakin menarik untuk diteliti.

    “Evolusi telah menjalankan miliaran eksperimen,” kata ahli bioinformatika Marcela Uliano-Silva dari Wellcome Sanger Institute, Inggris.

    “Dengan mempelajari hewan-hewan yang tidak biasa seperti kukang, kita terkadang menemukan solusi biologis yang tidak pernah berevolusi pada manusia,” lanjutnya.

    (lom/lom)


    Add

    as a preferred
    source on Google




    [Gambas:Video CNN]

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleRemaja Ditemukan Tewas dalam Parit di Deli Serdang, Diduga Korban Tawuran
    Next Article Mantan Ketua The Fed Alan Greenspan Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun : Okezone Economy
    karina

    Related Posts

    Teknologi

    FOTO: Jepang Sulap Minyak Jelantah Jadi Avtur Ramah Lingkungan

    June 21, 2026
    Teknologi

    Daftar Perangkat Wajib Punya Saat Musim Pemadaman Listrik

    June 20, 2026
    Teknologi

    Infranexia Tak Jadi IPO, Ini Strategi Telkom Buat Perkuat Bisnis Fiber

    June 19, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Gempa M 4,9 Terjadi di Bengkulu Selatan

    adminJune 22, 2026

    Bengkulu Selatan – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 4,9 terjadi di Kabupaten Bengkulu Selatan,…

    Pemerintah Tambah Alokasi KUR Perumahan Jadi Rp50 Triliun di 2026 : Okezone Economy

    June 22, 2026

    Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Pakai Sianida, 2 Orang Ditangkap

    June 22, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Gempa M 4,9 Terjadi di Bengkulu Selatan

    adminJune 22, 2026

    Bengkulu Selatan – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 4,9 terjadi di…

    Nasional

    Pemerintah Tambah Alokasi KUR Perumahan Jadi Rp50 Triliun di 2026 : Okezone Economy

    adminJune 22, 2026

    Menteri Ara (Foto: Okezone) JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)…

    Nasional

    Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Pakai Sianida, 2 Orang Ditangkap

    adminJune 22, 2026

    Musi Rawas – Seorang pria berinisial R (39) ditemukan tewas membusuk di…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Grab For Business Permudah Operasional Perusahaan di Era Bisnis yang Makin Kompleks : Okezone Economy

    June 19, 20265 Views

    Pasokan Avtur untuk Penerbangan Bali dan Nusa Tenggara Diperkuat : Okezone Economy

    June 17, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.