Close Menu
    What's Hot

    Warung Makan di Bekasi Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting

    June 24, 2026

    Menteri Ara Sebut BI Rate Naik Tak Pengaruhi Rumah Subsidi : Okezone Economy

    June 24, 2026

    Prof Rycko Amelza: Data BPS RI Impor Jagung Sejak 1973 dan 2026 Setop, Polri Buat Sejarah

    June 24, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home ยป Antropolog UI: Ketahanan Pangan Polri Bukan Intervensi, tapi Akselerasi
    Nasional

    Antropolog UI: Ketahanan Pangan Polri Bukan Intervensi, tapi Akselerasi

    adminBy adminJune 24, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta –

    Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia (UI), Profesor Semiarto Aji Purwanto, buka suara terkait keterlibatan Polri dalam isu pangan yang kerap dipertanyakan.

    “Dalam hal ini keamanan pangan kemudian masuk ke dalam konteks yang menjadi perhatian dari Polri. Kenapa Polri harus masuk ke isu pangan? Secara umum memang pangan ini kan satu hal yang sifatnya privat atau domestik, jadi mestinya bukan urusan negara. Tapi ada satu kondisi yang kemudian memaksa Polri dalam hal ini masuk,” kata Semiarto.


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Hal tersebut disampaikan dia dalam bedah buku ‘Mengawal Pangan Menuai Aman’. Acara berlangsung di Pusat Studi Kepolisian Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Rabu (24/6/2026).

    “Saya tadi sampaikan bukan masalah intervensi, bukan masalah cawe-cawe masuk (ke sektor pangan). Tetapi ini adalah upaya mengakselerasi, mempercepat satu bagian dari proses pembangunan teknis tertentu di bidang pertanian,” lanjut Semiarto.

    Dia menilai buku karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Anwar, dan Irjen Susilo Teguh Raharjo adalah upaya mendefinisikan ulang konsep keamanan yang selama ini identik dengan persoalan hukum dan ketertiban masyarakat. Melalui kajian tersebut, isu ketahanan pangan ditempatkan sebagai bagian dari dimensi keamanan yang perlu mendapat perhatian.

    “Di dunia akademik ada jargon publish or perish. Kalau kita tidak menerbitkan gagasan, kita akan hilang. Bagi saya, peluncuran buku ini menjadi sebuah pernyataan bahwa Polri juga memiliki gagasan akademik yang layak disampaikan kepada publik,” ujar Semiarto.

    “Buku ini memberikan justifikasi akademik mengapa Polri masuk ke isu pangan. Ini bukan soal intervensi atau mengambil alih peran pihak lain, tetapi bagaimana Polri membantu mengakselerasi proses pembangunan pada sektor-sektor tertentu yang dianggap strategis,” imbuh dia.

    Lebih jauh, ia menilai pembahasan mengenai ketahanan pangan seharusnya tidak berhenti pada persoalan produksi bahan pangan. Menurutnya, isu tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni transformasi pedesaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Ia mencontohkan komoditas padi yang selama ini menjadi tulang punggung pangan nasional, namun di sisi lainharga padi yang dijaga tetap terjangkau bagi masyarakat membuat ruang peningkatan kesejahteraan petani relatif terbatas.
    “Kalau kita bicara petani padi, secara ekonomi mereka sering berada pada posisi yang sulit karena harga komoditasnya memang diharapkan tetap rendah agar terjangkau masyarakat. Karena itu perlu ada alternatif komoditas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga warga desa memiliki motivasi untuk tetap bertahan dan berkembang di desa,” ujarnya.

    Menurutnya, komoditas seperti jagung dan berbagai komoditas strategis lainnya dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Dengan begitu, desa tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi pangan dasar, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

    Ia berharap keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan dapat mendorong lahirnya lebih banyak komoditas bernilai tinggi yang diproduksi masyarakat desa. Langkah tersebut dinilai berpotensi memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

    “Kita berharap desa tidak hanya menjadi penghasil padi, tetapi juga penghasil komoditas strategis yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks itu, Polri dapat berperan sebagai pihak yang mendorong dan memotivasi masyarakat untuk berkembang,” katanya.

    Di sisi lain, ia menilai peran Polri juga akan terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Jika pada masa lalu keamanan lebih banyak dipahami sebagai perlindungan terhadap gangguan fisik dan kriminalitas, kini definisinya semakin luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.

    Menurutnya, isu pangan menjadi salah satu contoh bagaimana konsep keamanan berkembang seiring perubahan zaman dan tantangan yang dihadapi bangsa.

    “Keamanan dari waktu ke waktu definisinya terus meluas. Mudah-mudahan Polri tetap setia menjadi bagian dari institusi yang melayani kebutuhan masyarakat sesuai tantangan zamannya,” pungkasnya.

    (aud/maa)

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePertamina Raup Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025 : Okezone Economy
    Next Article BTN BBTN Kaji Buyback Saham : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Nasional

    Warung Makan di Bekasi Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting

    June 24, 2026
    Nasional

    Menteri Ara Sebut BI Rate Naik Tak Pengaruhi Rumah Subsidi : Okezone Economy

    June 24, 2026
    Nasional

    Prof Rycko Amelza: Data BPS RI Impor Jagung Sejak 1973 dan 2026 Setop, Polri Buat Sejarah

    June 24, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Warung Makan di Bekasi Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting

    adminJune 24, 2026

    Jakarta – Kebakaran terjadi di daerah Harapan Jaya, Bekasi Utara. Objek yang terbakar merupakan bangunan…

    Menteri Ara Sebut BI Rate Naik Tak Pengaruhi Rumah Subsidi : Okezone Economy

    June 24, 2026

    Prof Rycko Amelza: Data BPS RI Impor Jagung Sejak 1973 dan 2026 Setop, Polri Buat Sejarah

    June 24, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Warung Makan di Bekasi Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting

    adminJune 24, 2026

    Jakarta – Kebakaran terjadi di daerah Harapan Jaya, Bekasi Utara. Objek yang…

    Nasional

    Menteri Ara Sebut BI Rate Naik Tak Pengaruhi Rumah Subsidi : Okezone Economy

    adminJune 24, 2026

    Menteri Ara (Foto: Okezone) JAKARTA – Menteri Perumahan dan…

    Nasional

    Prof Rycko Amelza: Data BPS RI Impor Jagung Sejak 1973 dan 2026 Setop, Polri Buat Sejarah

    adminJune 24, 2026

    Jakarta – Komjen Purnawirawan Profesor Mohammed Rycko Amelza Dahniel mengatakan Indonesia selama…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Grab For Business Permudah Operasional Perusahaan di Era Bisnis yang Makin Kompleks : Okezone Economy

    June 19, 20265 Views

    Pasokan Avtur untuk Penerbangan Bali dan Nusa Tenggara Diperkuat : Okezone Economy

    June 17, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.