Presiden Prabowo Subianto menyoroti gaji guru hingga pegawai negeri sipil (PNS) yang dinilai belum mengalami peningkatan signifikan. (Foto :Okezone.com/Setpres)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti gaji guru hingga pegawai negeri sipil (PNS) yang dinilai belum mengalami peningkatan signifikan. Menurutnya, keterbatasan anggaran antara lain disebabkan oleh kebocoran penerimaan negara yang diperkirakan mencapai Rp2.500 triliun setiap tahun.
“Kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Kenapa anggaran selalu kurang? Karena uangnya enggak ada, diambil terus,” ujar Prabowo.
Prabowo kembali menyinggung praktik under invoicing atau kecurangan dalam pelaporan nilai transaksi yang kerap dilakukan pelaku usaha selama bertahun-tahun. Menurutnya, praktik tersebut turut menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar.
“Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa? Artinya negara rugi,” kata Prabowo.
Prabowo menyebut, berdasarkan perhitungan para ahli, Indonesia mengalami kerugian hingga USD150 miliar atau sekitar Rp2.500 triliun setiap tahun. Kekayaan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dalam negeri justru hilang akibat kebocoran tersebut.

