Close Menu
    What's Hot

    Tak Hanya Kayu, Jasa Lingkungan hingga Karbon Jadi Peluang Baru Ekonomi Papua : Okezone Economy

    June 27, 2026

    Polisi Usut Kasus Bunuh Diri dr. Icha Diduga Diintimidasi 2 Anggota DPRD

    June 27, 2026

    Purbaya Tambah Investasi Rp1,96 Triliun ke IDB, IFAD dan IDA : Okezone Economy

    June 27, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » Pendiri Stripe: Gen Z Perlu Punya 2 Ijazah untuk Survive di Era AI
    Teknologi

    Pendiri Stripe: Gen Z Perlu Punya 2 Ijazah untuk Survive di Era AI

    karinaBy karinaJune 27, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNN Indonesia —

    Sejak lama, kecerdasan buatan atau AI sudah mulai dikhawatirkan akan mulai menggantikan sejumlah pekerjaan. Hal ini tentu membuat banyak para pencari kerja dan fresh graduate yang kebanyakan adalah Gen Z, makin sulit bersaing mendapatkan tempat di dunia kerja.

    Terkait hal ini, salah satu pendiri Stripe, platform pembayaran online, John Collison memberikan sebuah solusi. Menurutnya, mengambil dua jurusan kuliah sekaligus bisa menjadi cara terbaik untuk menonjol di era AI.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Collison mengatakan, kombinasi dua bidang ilmu yang berbeda dapat memberi keunggulan besar bagi pekerja muda. Hal ini terutama ketika teknologi membuat banyak proses kerja menjadi jauh lebih efisien.

    “Kalau Anda paham software dan paham keuangan, atau paham software dan paham marketing, Anda bisa sangat meningkatkan seluruh marketing funnel perusahaan,” kata Collison, seperti diberitakan Fortune.





    Ia percaya, lulusan dengan dua bidang keahlian akan lebih siap membangun karier yang sukses. Di tengah perubahan dunia kerja yang dipicu AI, kemampuan beradaptasi dan memiliki spektrum keterampilan yang luas dinilai menjadi modal penting untuk tetap relevan.

    Namun pandangan Collison bukanlah hal baru. Ia menyebut gagasan tentang pentingnya berpikir lintas disiplin sudah lama digaungkan oleh generasi tokoh bisnis sebelumnya, termasuk mendiang investor legendaris Charlie Munger.

    Munger yang merupakan tangan kanan Warren Buffett dan lama menjabat sebagai wakil ketua Berkshire Hathaway, dikenal sebagai sosok yang mendorong pentingnya wawasan multidisiplin.

    Sepanjang kariernya yang panjang, ia menyaksikan berbagai gelombang transformasi teknologi, tetapi nilai dari penguasaan di banyak bidang tak pernah pudar.

    “Charlie Munger berbicara tentang pentingnya menjadi multidisipliner,” ucap Collison. Ia menambahkan, memahami berbagai bidang kini jauh lebih mudah.

    “Anda bisa membaca buku sekarang atau berbicara dengan AI tentang itu. Saya pikir para pemikir multidisiplin akan tampil sangat baik,” kata Collison lagi.

    Dibutuhkan lebih banyak lulusan dari jurusan humaniora

    Pandangan serupa juga datang dari kalangan eksekutif lain di Silicon Valley. Daniela Amodei, presiden sekaligus salah satu pendiri perusahaan AI, Anthropic, menilai keterampilan interpersonal akan makin penting dalam era kolaborasi dengan AI.

    Para talenta dengan latar belakang pendidikan liberal arts yang biasanya mencakup humaniora, ilmu alam, sosiologi, hingga seni, akan memiliki keterampilan yang paling lengkap untuk sukses.

    Menurut Amodei, pendidikan humaniora memberi bekal yang lebih seimbang karena AI sudah sangat kuat di bidang sains, teknologi, teknik, dan Matematika. Jadi, soft skill seperti kecerdasan emosional, komunikasi, dan rasa ingin tahu menjadi makin bernilai.

    “Saya pikir gagasan bahwa ada hal-hal yang membuat kita unik sebagai manusia, memahami diri kita sendiri, memahami sejarah, memahami apa yang membuat kita termotivasi, saya pikir itu akan selalu sangat, sangat penting,” tutur Amodei.

    Ia menambahkan, kemampuan berpikir kritis dan belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain akan jadi lebih penting di masa depan, bukan sebaliknya.

    (rti)


    Add

    as a preferred
    source on Google




    [Gambas:Video CNN]

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDi Forum Iklim London, Menhut Sebut RI Masuki Babak Baru Pasar Karbon
    Next Article Kinerja Konsisten Satu Dekade, MNC Guna Usaha Indonesia Raih Penghargaan : Okezone Economy
    karina

    Related Posts

    Teknologi

    Huawei Luncurkan MatePad Mini, Diklaim Tertipis dan Teringan di Dunia

    June 26, 2026
    Teknologi

    Wamen PPPA Dorong Sinergi untuk Pemberdayaan Perempuan dan Lingkungan

    June 25, 2026
    Teknologi

    BMKG Ungkap Daftar Daerah yang Sudah Masuk Musim Kemarau

    June 24, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Tak Hanya Kayu, Jasa Lingkungan hingga Karbon Jadi Peluang Baru Ekonomi Papua : Okezone Economy

    adminJune 27, 2026

    Papua memiliki potensi besar untuk menjadikan sektor kehutanan. (Foto: Okezone.com/Freepik) JAKARTA – Papua memiliki potensi…

    Polisi Usut Kasus Bunuh Diri dr. Icha Diduga Diintimidasi 2 Anggota DPRD

    June 27, 2026

    Purbaya Tambah Investasi Rp1,96 Triliun ke IDB, IFAD dan IDA : Okezone Economy

    June 27, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Tak Hanya Kayu, Jasa Lingkungan hingga Karbon Jadi Peluang Baru Ekonomi Papua : Okezone Economy

    adminJune 27, 2026

    Papua memiliki potensi besar untuk menjadikan sektor kehutanan. (Foto: Okezone.com/Freepik) JAKARTA -…

    Nasional

    Polisi Usut Kasus Bunuh Diri dr. Icha Diduga Diintimidasi 2 Anggota DPRD

    adminJune 27, 2026

    Jakarta – Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa…

    Nasional

    Purbaya Tambah Investasi Rp1,96 Triliun ke IDB, IFAD dan IDA : Okezone Economy

    adminJune 27, 2026

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan menambah investasi pemerintah ke tiga Lembaga…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Grab For Business Permudah Operasional Perusahaan di Era Bisnis yang Makin Kompleks : Okezone Economy

    June 19, 20265 Views

    Pasokan Avtur untuk Penerbangan Bali dan Nusa Tenggara Diperkuat : Okezone Economy

    June 17, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.