Tangerang Selatan –
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menggelar turnamen Padel. Ajang ‘Rosiade Padel Tournament 2026′ ini merupakan seri kedua.
Andre berharap kegiatan ini menjadikan Padel sebagai olahraga yang merakyat, alias tak dicap olahraga kelas atas. Dia menyebut lapangan Padel sudah menjamur.
“Turnamen-turnamen yang kami adakan ini tentu ingin mendukung PBPI supaya Padel lebih berkembang dan bisa Padel menjadi olahraga rakyat. Kita tahu kenapa Padel bisa jadi olahraga rakyat? Dulu lapangan padelnya terbatas. Sekarang lapangan Padel itu sudah menjamur di berbagai wilayah,” kata Andre di Crown Padel Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (4/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dulu lapangan Padel ini sewa court-nya mahal. Sekarang karena begitu banyak, harga court-nya lama-lama tambah murah,” lanjutnya.
|
Foto: Rosiade Padel Tournament 2026 di Crown Padel Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (4/7/2026). (Kurniawan Fadilah/detikcom)
|
Andre mengatakan, Padel kini menjadi alternatif kegiatan kumpul kerabat atau keluaraga. Dia menyebut salah satu faktornya karena Padel dapat dimainkan semua kalangan usia.
“Kalau sekarang sudah jadi olahraga keluarga, karena kan dari kakek, nenek, ya, orang tua sampai cucu sudah bisa bermain bersama dan berkumpul bersama di weekend. Jadi, Padel alhamdulillah sudah jadi acara, olahraga keluarga, tempat kumpul keluarga,” terang Andre.
Oleh sebab itu dia ingin Padel berkembang di Indonesia. Dia pun optimis dengan perkembangan Padel.
“Tinggal memastikan Padel dalam 1, 2 tahun ke depan bisa menjadi olahraga rakyat yang menjamur di seluruh wilayah Indonesia, di mana lapangan Padel ada di seluruh wilayah Indonesia. Tapi insyaallah jalannya sudah terlihat,” ucap Andre.
Foto: Rosiade Padel Tournament 2026 di Crown Padel Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (4/7/2026). Kurniawan Fadilah |
Dia pun mengatakan, pada seri dua, jumlah peserta ‘Rosiade Padel Tournament 2026′ meningkat. Dia mengatakan ada 1.100 pendaftar, namun slot peserta terbatas hanya 260 orang.
“Terus terang di series 2 ini antusiasnya lebih besar ya. Yang mendaftar ke kami saja 1.100, tapi kami hanya bisa menerima peserta 260 peserta karena keterbatasan slot kan dan acaranya hanya satu hari. Jadi, itu menunjukkan bahwa antusiasnya memang luar biasa,” terang Andre.
Di sisi lain, dia mengatakan ajang ‘Rosiade Padel Tournament 2026’ ini tidak memungut biaya pendaftaran dari para peserta. Malah, kata dia, jumlah hadiah yang diberikan cukup besar mulai dari Rp 10 juta untuk juara pertama, Rp 7,5 juta peringkat kedua, dan Rp 5 juta untuk peringkat ketiga.
Diaa juga mengatakan, kompetisi Padel yang dibuatnya ini sebagai dukungan untuk PBPI yang akan turut serta mengikuti kompetisi di tingkat Asia Pasifik. ‘Rosiade Padel Tournament 2026’ ini pun, kata dia, sekaligus menjadi ajang seleksi PBPI dalam melihat potensi atlet Padel untuk mengikuti kompetisi di tingkat Asia Pasifik.
“Kami bekerja sama dengan PBPI akan melaksanakan Rosiade Padel Tournament lagi, tapi khusus junior ya. Kelompok usia muda, ada kelompok umur 10, 12, 14, 16, dan 18. Insyaallah Agustus ini, ini dalam rangka turnamen Agustus nanti dipakai oleh PBPI dalam rangka seleksi akhir bagi kelompok umur untuk mengikuti pertandingan Asia Pasifik yang akan dilaksanakan,” pungkasnya.
(kuf/kuf)


