SAMARINDA – Proyek lanjutan revitalisasi Pasar Pagi kembali menjadi sorotan, kali ini terkait sistem pengelolaan limbah yang dinilai krusial bagi kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekitar.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengingatkan pihak kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar dan tidak asal-asalan.
Peringatan tersebut disampaikan Deni mengingat potensi pencemaran dari aktivitas perdagangan, terutama di area los basah yang menjual ikan, ayam, dan daging.
Limbah cair dari aktivitas tersebut, kata Deni, bisa menimbulkan bau menyengat dan mencemari drainase kota jika tidak dikelola dengan baik.
“Masalah limbah ini jangan sampai dianggap sepele. Kami ingin Pasar Pagi hadir sebagai pasar modern yang tidak hanya tertata, tapi juga ramah lingkungan,” ujar Deni, Sabtu (26/7/2025).
Ia menekankan bahwa tujuan revitalisasi tidak boleh hanya fokus pada tampilan fisik bangunan, tetapi juga pada sistem pendukung yang menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan. Menurutnya, keberadaan IPAL yang berfungsi optimal merupakan salah satu indikator utama keberhasilan proyek ini.
“Percuma bangunannya bagus, kalau bau dari dalam pasar masih tercium sampai ke jalan. Kami ingin itu tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Deni mengungkapkan bahwa pihak kontraktor telah mempresentasikan skema teknis pengelolaan limbah, termasuk alur pembuangan dan proses pengolahan akhir. Meski begitu, ia menegaskan bahwa DPRD tidak akan hanya mengandalkan laporan di atas kertas.
“Kami akan turun langsung saat masa uji coba (commissioning) untuk memastikan IPAL benar-benar berjalan dan sesuai regulasi lingkungan,” ucapnya.
Komisi III DPRD juga akan terus mengawasi hingga proyek ini tuntas tanpa meninggalkan persoalan baru di kemudian hari. Deni berharap proses ini menjadi contoh bagaimana proyek revitalisasi harus berjalan seimbang antara infrastruktur dan perhatian terhadap dampak lingkungan.
“Jangan sampai revitalisasi justru menghadirkan masalah baru karena pengelolaan limbah yang diabaikan. Tanggung jawab kita bukan hanya membangun, tapi juga menjaga lingkungan tetap sehat,” tutup Deni. (Adv/AL)
Leave a Reply