Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda mengapresiasi tim SMAN 1 Pontianak peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR. Rifqi akan memberi beasiswa kepada seluruh peserta yang mengikuti LCC MPR tersebut.
“Mudah-mudahan setelah ini selesai, saya juga kemarin secara spontan memberi apresiasi untuk memberi beasiswa studi S1 ke China kepada Ocha. Tadi saya udah sampaikan kepada adik-adik yang 9 lagi, saya akan carikan beasiswa yang sama untuk adik-adik yang 9 ini karena mereka kan nggak mungkin sampai pada titik ini kalau mereka nggak bareng,” ujar Rifqi usai menemui tim SMAN 1 Pontianak di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Rifqi menyebut lomba tersebut merupakan kerja kolektif dari seluruh tim SMAN 1 Pontianak. Sebagai alumni dari SMA tersebut, Rifqi berterima kasih atas apresiasi yang masyarakat berikan.
“Ini kan kerja kolektif dan saya kira saya mengapresiasi adik-adik saya ini hebat semua. Terima kasih atas apresiasi publik untuk SMA Negeri 1 Pontianak,” katanya.
Rifqi juga mengapresiasi kemampuan komunikasi dari para peserta LCC MPR dari SMAN 1 Pontianak. Rifqi menekankan para peserta yang masih remaja tersebut harus dilindungi secara psikologis.
“Saya kira saya terkejut melihat kemampuan komunikasi adik-adik saya. Ini kan kalau saya dulu berarti kelas 1, kelas 2 SMA. Waktu itu saya memimpin OSIS di SMA ini nggak sebagus ini kemampuan komunikasi saya,” ujar Rifqi.
“Yang tidak kalah penting kita juga harus sadar mereka adalah remaja yang secara psikologi harus kita proteksi,” sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, siswi yang memprotes karena jawabannya benar, Josepha Alexandra atau Ocha, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat. Ocha mengatakan dukungan itu memotivasinya untuk lebih semangat dan berkembang.
“Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya,” ujar Ocha.
Dalam video yang beredar dilihat Senin (11/5), juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Dalam lomba itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.
Namun, jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes lantaran merasa jawaban mereka sama. Namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
MPR juga telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada acara cerdas cermat itu. MPR akan mengevaluasi kegiatan tersebut secara menyeluruh.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” demikian keterangan MPR dalam akun Instagram resminya, Selasa (12/5).
Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)

