Pelaku UMKM kini memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pasar Asia Tenggara melalui ekosistem digital yang terintegrasi. (Foto: Okezone.com/Pelindo)
JAKARTA – Pelaku UMKM kini memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pasar Asia Tenggara melalui ekosistem digital yang terintegrasi. Kondisi ini membuat produk lokal lebih mudah ditemukan oleh konsumen lintas negara.
Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi, kolaborasi antara platform digital dan pelaku usaha sangat penting dalam memperluas akses ekspor produk Indonesia. Langkah tersebut dapat memperkuat ekosistem ekspor nasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk menembus pasar global.
“Kolaborasi strategis antara platform digital dan pelaku usaha penting untuk memperluas akses pasar ekspor produk Indonesia dan memperkuat daya saing UMKM di pasar global,” ujar Puntodewi, Rabu (12/5/2026).
Sementara itu, Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Vonny Ernita Susamto menilai banyak brand lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar regional apabila didukung strategi dan ekosistem yang tepat.
“Kami membantu brand lokal berekspansi ke Asia Tenggara secara lebih terstruktur melalui pemanfaatan discovery commerce, data, dan kolaborasi lintas negara,” kata Vonny.
Integrasi ekosistem digital mencatat pertumbuhan GMV dengan peningkatan penjualan dua hingga tiga digit dalam beberapa hari. Penjualan yang didorong melalui fitur penjualan digital bahkan meningkat hingga 50 kali lipat dari basis awal.
Selain memperluas akses pasar, pelaku UMKM juga memperoleh dukungan insight konsumen, strategi konten, serta penguatan ekosistem social commerce di pasar Asia Tenggara.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.



