BI Disorot Usai Rupiah Tembus Rp18.000, Ini Penjelasannya. (Foto: Okezone.com)




JAKARTA – Rupiah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia (BI) menilai tekanan terhadap rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan pola kebutuhan likuiditas musiman di dalam negeri.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa pelemahan rupiah masih dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dan menekan prospek perdamaian. Kondisi tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi serta meningkatkan risiko inflasi global dan arus keluar dana dari negara berkembang (emerging market).

“Selain itu, kebutuhan domestik masih cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri (ULN),” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia memastikan terus memantau pergerakan pasar secara real-time serta mengoptimalkan bauran kebijakan guna menjaga volatilitas rupiah tetap berada dalam batas fundamentalnya.

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya. Selain itu, kami juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market untuk menjaga daya tarik aliran modal masuk ke aset domestik,” kata Destry.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version