Bogor

Peristiwa horor menimpa bocah laki-laki berusia 9 tahun di Jasinga, Kabupaten Bogor. Korban berinisial MAS tewas setelah diserang anjing pemburu babi hutan saat sedang memancing.

Insiden ini terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026. Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tewas tertelungkup di atas rerumputan.

Dalam rekaman video yang viral memperlihatkan korban tewas tergeletak di atas rerumputan dengan kondisi luka di kepala. Korban kemudian dievakuasi oleh petugas kepolisian dan TNI menggunakan mobil patroli.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, turut menyoroti insiden ini. Ia menyampaikan turut belasungkawa atas insiden yang menimpa bocah tersebut.

“Duka ini adalah duka kita bersama. Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujar Jaro Ade, Senin (8/6).

Jaro Ade meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian ini sekaligus memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

“Jangan sampai ada pihak yang menghindari tanggung jawab atas kejadian yang sangat memilukan ini,” imbuhnya.

Pihak kepolisian turun tangan mengusut kejadian tersebut. Hasil penyelidikan intensif, Polres Bogor kemudian menetapkan pemilik anjing liar sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Bocah Diserang Anjing saat Memancing

Kapolsek Jasinga, AKP Agus Hidayat, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/6) sekitar pukul 11.30 WIB. Korban saat itu diketahui sedang memancing bersama temannya sebelum akhirnya diserang anjing pemburu.

“Informasi awal dari warga, korban lagi mancing, digigit anjing (pemburu babi). Ini kan baru informasi awalnya, baru diduga. Setelah anggota cek ke lokasi, memang betul ada mayat anak kecil,” kata Agus.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Bogor Iptu Dwi Wiyanto, mengungkapkan bahwa korban saat itu sedang memancing bersama temannya. Di saat bersamaan, sekelompok pemburu membawa anjing tengah melakukan perburuan terhadap babi hutan.

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan ada kegiatan memburu babi dengan menggunakan anjing-anjing. Di mana ada beberapa ekor anjing yang mengejar dua anak yang kebetulan berada di kawasan hutan, yang sedang melakukan aktivitas memancing,” kata Dwi.

Teman Korban Selamat

Diketahui, saat kejadian berlangsung, korban sedang memancing bersama temannya. Teman korban selamat dari serangan anjing.

“Di mana satu anak berhasil selamat, kemudian satu anak lagi yang terkorban meninggal dunia akibat digigit oleh anjing-anjing yang sedang melakukan aktivitas perburuan,” kata Dwi.

Pemilik Anjing Pemburu Diperiksa Polisi

Pihak kepolisian turun tangan menyelidiki kejadian tersebut. Pemilik anjing buru yang diduga menewaskan bocah tersebut diamankan pihak kepolisian.

“(Pemilik anjing) sudah kita amankan, sekarang ada di polres, satu orang. Yang jelas sedang dalam penyelidikan nanti kita sampaikan setelah ada keterangan keterangan,” kata AKP Agus Hidayat, Senin (8/6).

Agus menyebutkan pemilik mengakui anjingnyalah yang menggigit korban hingga tewas. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian tersebut.

“Ini kebetulan pemburunya udah kita amankan sekitar 43 orang. Iya pemburu babi hutan betul,” imbuhnya.

Agus menyampaikan saat kejadian tersebut, para pemburu tersebut sedang berburu babi hutan. Para pemburu tersebut membawa anjing-anjingnya untuk mengejar babi hutan.

“Jadi memang mereka memburu babi hutan, nah memburunya ini membawa anjing, jadi babi hutannya dikejar sama anjing-anjing itu,” imbuh dia.

Seratusan Anjing Buru Diamankan

Polres Bogor mengamankan ratusan anjing pemburu usai bocah 9 tahun tewas diserang di Jasinga, Bogor. Anjing-anjing tersebut kemudian dicek kesehatannya untuk mencegah penyakit menular atau zoonosis.

“Selain penegakan hukum, Polres Bogor juga bergerak cepat mengantisipasi ancaman penyakit menular atau zoonosis. Total ada 125 ekor hewan yang masuk dalam objek penanganan. Dengan rincian 109 ekor dalam kondisi hidup dan diamankan, 4 ekor ditemukan mati, serta 12 ekor lainnya dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian,” kata Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Senin (8/6).

Wikha mengatakan pihaknya bersinergi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bogor untuk melakukan pelacakan, sterilisasi, serta pengujian rabies terhadap ratusan hewan yang terkait dengan pusaran kasus ini. Sebanyak 109 ekor anjing saat ini diisolasi untuk diketahui potensi rabies.

“Pihak kepolisian bersama tim medis dari Disnakan, saat ini fokus melakukan observasi ketat dan isolasi terhadap 109 ekor hewan yang diamankan. Hal itu guna memastikan ada atau tidaknya indikasi virus rabies, yang mana hasilnya sangat krusial bagi penanganan medis lanjutan,” imbuhnya.

Pemilik Anjing Jadi Tersangka

Polres Bogor meningkatkan status kasus bocah usia 9 tahun tewas diserang anjing pemburu babi di Jasinga, Bogor, ke tingkat penyidikan. Pemilik anjing berinisial Y ditetapkan tersangka.

“(Pemilik anjing) kami sudah naikkan statusnya sebagai tersangka. Sementara ini masih kita lakukan pemeriksaan. Nama pemilik anjing berinisial Y. Berdasarkan KTP, dia warga Jakarta,” kata Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Senin (8/6).

Silfi mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti. Polisi juga sudah menemukan jejak darah korban di mulut anjing milik tersangka.

“Berdasarkan keterangan beberapa saksi, lalu juga keterangan dari pemilik anjing tersebut juga dan berdasarkan barang bukti anjing yang memang di sekitar mulutnya itu ada darah, bekas menggigit korban. Sejauh ini, hanya ditemukan darah korban di mulut anjing tersebut,” kata Silfi.

Tersangka Y dijerat Pasal 474 ayat 3 dan/atau Pasal 336 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Pidana. Y terancam penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak kategori V dan atau penjara paling lama 5 bulan dan/atau pidana denda paling banyak kategori 2.

“Iya simpelnya dianggap lalai. Jadi si pemilik anjing melepas dari jauh, jadi dia tidak mengikuti, sehingga tidak ada pengawasan dari si pemilik, anjingnya ini kemana. Itu makanya kita bilang lalai terkait masalah anjingnya ini tidak dijaga,” imbuhnya.

Halaman 2 dari 4

(mea/mea)





Share.
Leave A Reply

Exit mobile version