Close Menu
    What's Hot

    Usai Tragedi Bekasi, Gerbong Perempuan KRL Kembali Padat di Jam Sibuk

    April 29, 2026

    Bangun 2 Proyek Kilang Bensin, RI Bisa Pangkas Impor BBM 10%

    April 29, 2026

    Video: Wisatawan Negeri Jiran Menjadi Pengguna Whoosh Terbanyak

    April 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Portal Media Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    Portal Media Nusantara
    Home ยป Panas Perang 2 Negara Muslim, Kampus Kena Bombardir-Korban Berjatuhan
    Uncategorized

    Panas Perang 2 Negara Muslim, Kampus Kena Bombardir-Korban Berjatuhan

    adminBy adminApril 29, 2026No Comments2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email





    Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan kembali memuncak setelah serangan mortir dan rudal menghantam wilayah sipil di provinsi perbatasan Kunar. Insiden yang terjadi pada Senin itu menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 80 lainnya, termasuk mahasiswa dan tenaga pengajar, serta mengancam gencatan senjata yang sudah rapuh.

    Otoritas Taliban Afghanistan menyebut serangan menghantam kota Asadabad dan sejumlah distrik di sekitarnya, termasuk area kampus. Kementerian Pendidikan Tinggi Afghanistan melaporkan sekitar 30 mahasiswa dan dosen terluka, sementara bangunan Universitas Sayed Jamaluddin Afghani mengalami kerusakan signifikan.

    Wakil juru bicara Taliban, Hamdullah Fitrat, mengecam keras serangan tersebut.

    “Ini adalah kejahatan perang yang tak termaafkan terhadap warga sipil dan lembaga pendidikan,” ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (29/4/2026).

    Namun, Pakistan membantah tuduhan itu. Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan menyebut klaim serangan terhadap universitas sebagai “kebohongan terang-terangan”.

    “Tidak ada serangan terhadap universitas. Target kami akurat dan berbasis intelijen,” demikian pernyataan resmi kementerian tersebut, meski tidak secara tegas menampik adanya serangan di wilayah Afghanistan.

    Di tengah saling bantah, pejabat dari kedua negara mengakui terjadi baku tembak di sepanjang perbatasan, meskipun secara resmi masih mematuhi gencatan senjata. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa konflik terbuka bisa kembali pecah.

    Ketegangan ini muncul hanya beberapa hari setelah perundingan damai di Urumqi, China, yang sebelumnya disebut “positif” oleh Menteri Luar Negeri Afghanistan, Amir Khan Muttaqi. Namun, pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan konkret.

    Analis politik dan keamanan asal Peshawar, Mehmood Jan Babar, menilai peluang damai masih tipis tanpa komitmen tertulis.

    “Sampai Afghanistan memberikan komitmen tertulis, tidak ada janji lisan yang akan dipercaya,” katanya.

    Sementara itu, analis keamanan berbasis di Kabul, Tameem Bahiss, menilai kebuntuan dipicu perbedaan mendasar kedua negara.

    “Negosiasi tidak menghasilkan penyelesaian jelas. Kedua pihak bahkan tidak sepakat soal akar masalah,” ujarnya.

    Konflik ini berakar pada tuduhan Pakistan bahwa Afghanistan melindungi Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok militan yang aktif melancarkan serangan di wilayah Pakistan. Kabul membantah tudingan tersebut dan menilai Islamabad menggunakan isu keamanan sebagai dalih intervensi.

    Upaya mediasi dari berbagai negara seperti China, Qatar, Arab Saudi, dan Turki sejauh ini belum mampu meredakan konflik secara permanen. Sejumlah gencatan senjata sebelumnya bahkan runtuh hanya dalam waktu singkat.

    Bahiss menegaskan, tanpa mekanisme verifikasi yang jelas, kesepakatan apa pun akan sulit bertahan. “Tanpa kepercayaan dan sistem pengawasan yang kredibel, perjanjian apa pun akan tetap rapuh,” katanya.

    (tfa/luc)



    Add

    logo_svg

    as a preferred

    source on Google




    [Gambas:Video CNBC]



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Usai Tragedi Bekasi, Gerbong Perempuan KRL Kembali Padat di Jam Sibuk

    April 29, 2026

    Bangun 2 Proyek Kilang Bensin, RI Bisa Pangkas Impor BBM 10%

    April 29, 2026

    Video: Wisatawan Negeri Jiran Menjadi Pengguna Whoosh Terbanyak

    April 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News

    Usai Tragedi Bekasi, Gerbong Perempuan KRL Kembali Padat di Jam Sibuk

    By adminApril 29, 2026

    Memasuki fase normal baru di jalur yang dikenal sebagai blue line, para penumpang perempuan mulai…

    Bangun 2 Proyek Kilang Bensin, RI Bisa Pangkas Impor BBM 10%

    April 29, 2026

    Video: Wisatawan Negeri Jiran Menjadi Pengguna Whoosh Terbanyak

    April 29, 2026
    Top Trending

    Usai Tragedi Bekasi, Gerbong Perempuan KRL Kembali Padat di Jam Sibuk

    By adminApril 29, 2026

    Memasuki fase normal baru di jalur yang dikenal sebagai blue line, para…

    Bangun 2 Proyek Kilang Bensin, RI Bisa Pangkas Impor BBM 10%

    By adminApril 29, 2026

    Cilacap, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan dimulainya pembangunan…

    Video: Wisatawan Negeri Jiran Menjadi Pengguna Whoosh Terbanyak

    By adminApril 29, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut warga…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • World
    • US Politics
    • EU Politics
    • Business
    • Opinions
    • Connections
    • Science

    Company

    • Information
    • Advertising
    • Classified Ads
    • Contact Info
    • Do Not Sell Data
    • GDPR Policy
    • Media Kits

    Services

    • Subscriptions
    • Customer Support
    • Bulk Packages
    • Newsletters
    • Sponsored News
    • Work With Us

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
    • Privacy Policy
    • Terms
    • Accessibility

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.