Close Menu
    What's Hot

    Potret London Tiba-Tiba Mencekam, PM Inggris Sebut Mengkhawatirkan

    April 30, 2026

    Program B50 Segera Jalan, RI Bisa Hemat Rp 48 T Impor BBM

    April 30, 2026

    ‘Neraka Bocor’ Hantam Tetangga RI, Temperatur Naik 6,4 Derajat

    April 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Portal Media Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    Portal Media Nusantara
    Home » Tak Ada Gengsi di Antara Kita, RI Cs Terbuka Butuh Rusia-Eropa Cemas
    Uncategorized

    Tak Ada Gengsi di Antara Kita, RI Cs Terbuka Butuh Rusia-Eropa Cemas

    adminBy adminApril 29, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email





    Jakarta, CNBC Indonesia – Kekhawatiran Eropa terhadap pergeseran peta energi global makin menguat, setelah negara-negara Asia Tenggara justru membuka pintu lebih lebar bagi Rusia di tengah krisis pasokan akibat konflik Timur Tengah.

    Dilansir The Guardian, Uni Eropa secara terbuka memperingatkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara agar tidak beralih ke minyak Rusia untuk menutup kekurangan energi yang meluas. Seruan itu disampaikan langsung oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, usai bertemu para menteri luar negeri ASEAN di Brunei, Selasa (28/4/2026).

    Kallas meminta negara-negara di kawasan tersebut melihat “gambaran besar”, seraya mengingatkan bahwa pembelian minyak dari Rusia hanya akan memperpanjang konflik di Ukraina. Menurutnya, langkah itu secara tidak langsung membantu Moskow membiayai perang.

    Namun di lapangan, peringatan itu tampaknya tidak banyak diindahkan. Negara-negara Asia Tenggara yang selama ini sangat bergantung pada pasokan energi dan pupuk dari Timur Tengah justru mulai menjajaki atau bahkan meneken kerja sama dengan Rusia.

    Indonesia menjadi salah satu contoh paling mencolok. Pemerintah pekan lalu mengumumkan rencana impor hingga 150 juta barel minyak mentah Rusia, setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

    Di kawasan yang sama, Filipina, sekutu dekat Amerika Serikat, bahkan telah menerima pengiriman pertama minyak mentah Rusia dalam lima tahun terakhir pada Maret. Sementara itu, Thailand dilaporkan sedang bernegosiasi untuk membeli pupuk dari Rusia, dan Vietnam mempercepat implementasi kesepakatan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang sudah ditandatangani sebelum perang.

    Bagi Rusia, situasi ini menjadi berkah tersendiri. Lonjakan harga energi global serta pelonggaran sementara sanksi yang memungkinkan pembelian minyak Rusia di laut telah menghasilkan keuntungan miliaran dolar, sekaligus memperkuat narasi bahwa upaya Barat mengisolasi Moskow gagal.

    Gelombang kerja sama ini juga memunculkan pertanyaan baru, apakah konflik di Timur Tengah justru membuka peluang bagi Rusia memperdalam pengaruhnya di Asia Tenggara?

    Sejumlah survei menunjukkan citra Rusia di kawasan ini relatif positif. Bahkan invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 disebut cenderung tidak terlalu memengaruhi opini publik.

    Survei The Economist pada 2024 menunjukkan lebih dari 50% responden di Indonesia dan Vietnam ingin Rusia memenangkan perang. Sementara survei Pew Research Center tahun 2025 mencatat 64% warga Indonesia memiliki pandangan positif terhadap Rusia, dibandingkan 48% terhadap Amerika Serikat.

    Peneliti dari ISEAS-Yusof Ishak Institute, Ian Storey, menjelaskan daya tarik Rusia di kawasan.

    “Putin dipandang sebagai sosok kuat yang berdiri melawan Barat, dan pembela nilai-nilai tradisional. Citra macho itu cukup diterima di banyak negara di kawasan ini,” ujarnya.

    Ia menambahkan Rusia juga memiliki hubungan historis dengan negara-negara seperti Vietnam dan Laos, serta dipersepsikan sebagai negara yang relatif ramah terhadap dunia Muslim karena dukungannya terhadap Palestina.

    Meski demikian, para analis menilai kemampuan Rusia memperluas pengaruhnya tetap memiliki batas. Dibandingkan AS dan China, Rusia tidak memiliki kekuatan ekonomi dan militer yang sebanding.

    Selain itu, ketergantungan Rusia terhadap China bisa menjadi pertimbangan bagi negara-negara Asia Tenggara yang memiliki sengketa maritim dengan Beijing.

    Di sisi lain, keputusan AS untuk sementara melonggarkan sanksi terhadap pengiriman minyak Rusia sejak Maret turut mendorong dinamika ini. Kebijakan tersebut, yang diperpanjang selama 30 hari pada pertengahan April setelah tekanan dari negara-negara Asia seperti Filipina dan India, membuka ruang bagi negara-negara untuk tetap membeli minyak Rusia.

    Keputusan Washington selanjutnya akan sangat menentukan apakah tren ini berlanjut.

    Salah satu sektor yang berpotensi menjadi pintu masuk Rusia adalah energi nuklir. Storey menilai krisis saat ini mendorong negara-negara untuk meninjau ulang strategi energi mereka.

    “Krisis ini membuat negara-negara menilai kembali hubungan mereka dan melakukan penyesuaian. Mereka akan melihat isu seperti kedaulatan energi, diversifikasi, dan energi terbarukan,” katanya.

    Sebagai pemain utama dalam industri tenaga nuklir global, Rusia telah menandatangani kontrak dengan Myanmar dan Vietnam. Namun, persaingan dari negara lain tetap ketat di sektor ini.

    “(Rusia) mempromosikan dirinya sebagai mitra yang andal dan stabil bagi Asia Tenggara, terutama dalam hal ketahanan pangan dan energi,” kata Storey.

    Bagi Indonesia, kerja sama energi dengan Rusia juga memiliki dimensi politik. Profesor Leszek Buszynski dari pusat studi strategi dan pertahanan Australian National University menilai langkah tersebut mencerminkan kebijakan non-blok Jakarta.

    “Indonesia ingin mendapatkan pengakuan status dari Moskow dan mengirim sinyal kepada dunia Barat dan Amerika Serikat bahwa mereka tidak akan mengikuti arahan mereka,” ujarnya.

    Di sisi lain, Rusia juga melihat nilai strategis dari posisi Indonesia di forum internasional seperti PBB, G20, dan BRICS, di mana Jakarta kerap mendukung narasi bahwa perang di Ukraina adalah “masalah dunia Barat”.

    Sebagai penanda eratnya hubungan, Rusia dan ASEAN dijadwalkan menggelar KTT peringatan 35 tahun kemitraan di Kazan pada Juni mendatang. Meski belum tentu menghasilkan kesepakatan besar, pertemuan itu dinilai penting secara simbolik.

    “Ini pada dasarnya adalah kesempatan foto besar bagi Putin,” kata Storey, menggambarkan bagaimana Moskow ingin menunjukkan bahwa mereka masih memiliki sekutu di panggung global.

     

    (luc/luc)



    Add

    logo_svg

    as a preferred

    source on Google




    [Gambas:Video CNBC]



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Potret London Tiba-Tiba Mencekam, PM Inggris Sebut Mengkhawatirkan

    April 30, 2026

    Program B50 Segera Jalan, RI Bisa Hemat Rp 48 T Impor BBM

    April 30, 2026

    ‘Neraka Bocor’ Hantam Tetangga RI, Temperatur Naik 6,4 Derajat

    April 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News

    Potret London Tiba-Tiba Mencekam, PM Inggris Sebut Mengkhawatirkan

    By adminApril 30, 2026

    Polisi Inggris menangkap seorang pria setelah dua orang ditusuk di daerah London utara dengan populasi…

    Program B50 Segera Jalan, RI Bisa Hemat Rp 48 T Impor BBM

    April 30, 2026

    ‘Neraka Bocor’ Hantam Tetangga RI, Temperatur Naik 6,4 Derajat

    April 30, 2026
    Top Trending

    Potret London Tiba-Tiba Mencekam, PM Inggris Sebut Mengkhawatirkan

    By adminApril 30, 2026

    Polisi Inggris menangkap seorang pria setelah dua orang ditusuk di daerah London…

    Program B50 Segera Jalan, RI Bisa Hemat Rp 48 T Impor BBM

    By adminApril 30, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mengungkapkan implementasi B50 atau biodiesel 50 akan…

    ‘Neraka Bocor’ Hantam Tetangga RI, Temperatur Naik 6,4 Derajat

    By adminApril 30, 2026

    India secara resmi menyatakan gelombang panas ketika suhu maksimum naik 4,5 hingga…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • World
    • US Politics
    • EU Politics
    • Business
    • Opinions
    • Connections
    • Science

    Company

    • Information
    • Advertising
    • Classified Ads
    • Contact Info
    • Do Not Sell Data
    • GDPR Policy
    • Media Kits

    Services

    • Subscriptions
    • Customer Support
    • Bulk Packages
    • Newsletters
    • Sponsored News
    • Work With Us

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
    • Privacy Policy
    • Terms
    • Accessibility

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.