Close Menu
    What's Hot

    Wamenkop: Banyak Gen Z Tak Tahu Koperasi, Padahal Penting Bagi Ekonomi

    April 30, 2026

    Pefindo Naikkan Rating Korporasi & Surat Utang WIKA Jadi id B

    April 30, 2026

    Kursi Bos Pelat Merah Ada yang Kosong, BP BUMN Buka Suara

    April 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Portal Media Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    Portal Media Nusantara
    Home » 98 Mata Air di Bandung Utara Susut, Ahli BRIN Ungkap Bahaya Besar
    Uncategorized

    98 Mata Air di Bandung Utara Susut, Ahli BRIN Ungkap Bahaya Besar

    adminBy adminApril 30, 2026No Comments2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email





    Jakarta, CNBC Indonesia – Sebanyak 98 mata air di kawasan Bandung Utara ditemukan mengalami penurunan debit. Beberapa di antaranya adalah Mata Air Ciwangun dan Mata Air Cibadak yang terus menyusut.

    Temuan tersebut diungkapkan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) BRIN, Ananta Purwoarminta dalam studi kasus berjudul “Hidrogeologi Mata Air Endapan Vulkanik”.

    Ananta menjelaskan kondisi yang ditemukannya terjadi karena alih fungsi lahan secara masif terjadi di zona tangkapan air atau recharge area. Perubahan tutupan lahan dapat mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air hujan, pada akhirnya berdampak langsung dengan ketersediaan air tanah di Cekungan Bandung.

    “Karakteristik hidrogeologi vulkanik di Bandung Utara sangat unik, di mana air hujan meresap melalui batuan permeabel pada ketinggian 1.200 hingga 1.700 mdpl. Namun efektivitas resapan terganggu akibat hilangnya area resapan alami,” jelas Ananta dikutip dari laman resmi BRIN, Selasa (28/4/2026).

    Riset itu menggunakan teknologi isotop lingkungan dan hidrogeokimia untuk menelusuri asal-usul dan aliran air tanah. Dengan melakukan kajian dapat menetapkan dasar zona lindung yang bebas dari pembangunan fisik.

    BRIN juga menawarkan penerapan teknologi imbuhan buatan. Tujuannya agar dapat mengoptimalkan pengisian ulang air tanah.

    Teknologi tersebut dilakukan dengan cara pembangunan sumur serapan, biopori, dan parit imbuhan. Semuanya dirancang secara terukur agar dapat mengarahkan air hujan masuk ke dalam akuifer.

    Cara yang dilakukan diharapkan bisa mengompensasi berkurangnya area resapan alami, juga menjaga keseimbangan neraca air tanah secara berkelanjutan.

    Ananta juga menyoroti terkait pergeseran ilmu kebumian. Bukan hanya berfokus pada eksploitasi sumber daya, namun ilmu itu mendukung pula soal transisi energi bersih dan pencapaian target net zero emission.

    Salah satu potensinya adalah soal pengembangan sumber energi non-konvensional seperti gas hidrogen alami.

    Menurutnya sangat penting untuk melakukan tata kelola sumber daya adaptif pada perubahan lingkungan. Perlindungan zona tangkapan aiar dinilai jadi langkah fundamental dalam menjamin keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat.

    “Sinergi antara riset kebumian dan kebijakan tata ruang yang tepat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan,” dia menjelaskan.

    (dem/dem)



    Add

    logo_svg

    as a preferred

    source on Google




    [Gambas:Video CNBC]



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Wamenkop: Banyak Gen Z Tak Tahu Koperasi, Padahal Penting Bagi Ekonomi

    April 30, 2026

    Pefindo Naikkan Rating Korporasi & Surat Utang WIKA Jadi id B

    April 30, 2026

    Kursi Bos Pelat Merah Ada yang Kosong, BP BUMN Buka Suara

    April 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News

    Wamenkop: Banyak Gen Z Tak Tahu Koperasi, Padahal Penting Bagi Ekonomi

    By adminApril 30, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Koperasi yang dulu lekat dengan kehidupan masyarakat mulai terasa asing bagi…

    Pefindo Naikkan Rating Korporasi & Surat Utang WIKA Jadi id B

    April 30, 2026

    Kursi Bos Pelat Merah Ada yang Kosong, BP BUMN Buka Suara

    April 30, 2026
    Top Trending

    Wamenkop: Banyak Gen Z Tak Tahu Koperasi, Padahal Penting Bagi Ekonomi

    By adminApril 30, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Koperasi yang dulu lekat dengan kehidupan masyarakat mulai…

    Pefindo Naikkan Rating Korporasi & Surat Utang WIKA Jadi id B

    By adminApril 30, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memutuskan untuk menaikkan…

    Kursi Bos Pelat Merah Ada yang Kosong, BP BUMN Buka Suara

    By adminApril 30, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia — Kepala BP BUMN yang sekaligus menjabat sebagai Chief Operating…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • World
    • US Politics
    • EU Politics
    • Business
    • Opinions
    • Connections
    • Science

    Company

    • Information
    • Advertising
    • Classified Ads
    • Contact Info
    • Do Not Sell Data
    • GDPR Policy
    • Media Kits

    Services

    • Subscriptions
    • Customer Support
    • Bulk Packages
    • Newsletters
    • Sponsored News
    • Work With Us

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
    • Privacy Policy
    • Terms
    • Accessibility

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.