Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal masih adanya lintasan rel kereta api sebidang yang tidak dijaga di sejumlah wilayah Jakarta. Pramono mengatakan masalah pelintasan kereta itu kewenangannya PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Namun, Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap memberikan dukungan jika diberi tugas. Hal ini disampaikan Pramono saat ditanya mengenai perlintasan sebidang kereta api yang masih tanpa penjagaan di sejumlah titik di Jakarta.
“Seperti kita ketahui bersama, untuk lintasan rel kereta api itu memang menjadi tanggung jawab atau kewenangan dari KAI. Sehingga dengan demikian Pemerintah DKI Jakarta kalau kemudian ada penugasan yang diberikan, kami akan dengan senang hati untuk memberikan support kepada KAI,” jawab Pramono di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (2/5/2026).
Pramono menekankan, Pemprov DKI tidak akan tinggal diam apabila dibutuhkan kolaborasi untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Menurutnya, kerja sama lintas instansi penting guna meminimalkan risiko kecelakaan.
Ia juga membuka peluang adanya koordinasi lebih lanjut antara Pemprov DKI dan KAI untuk mencari solusi terbaik, terutama di titik-titik rawan yang belum dilengkapi penjagaan maupun palang pintu otomatis.
“Kami siap support kalau memang diperlukan,” ujarnya.
Isu keselamatan di perlintasan sebidang kembali menjadi sorotan setelah masih ditemukannya sejumlah titik tanpa penjagaan, yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Hal itu juga berkaca dari peristiwa KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL saat sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Peristiwa itu berawal dari taksi tertemper KRL di perlintasan yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa taksi tertemper KRL itu mengakibatkan KRL di Stasiun Bekasi menunggu. KA Argo Bromo Anggrek kemudian datang dan menabrak dari belakang.
Hingga kini, total korban meninggal akibat kecelakaan itu berjumlah 15 orang. Selain itu, ada puluhan orang yang terluka.
“Iya, 15 meninggal,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri (RS Polri), Jakarta, Selasa (28/4).
(bel/zap)

