Close Menu
    What's Hot

    Ekspor Tuna RI Melejit, Tembus USD1 Miliar : Okezone Economy

    May 6, 2026

    Ingub Pemilahan Sampah di DKI Jakarta Bakal Berlaku 10 Mei

    May 6, 2026

    ShopeePay Kenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet : Okezone Economy

    May 6, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home ยป Cuaca Tak Menentu, Waspada Penyakit Mengintai Salah Satunya DBD
    Uncategorized

    Cuaca Tak Menentu, Waspada Penyakit Mengintai Salah Satunya DBD

    adminBy adminMay 5, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu, termasuk suhu udara yang kian tinggi, membawa dampak yang tak bisa dianggap sepele bagi kesehatan. Salah satunya adalah meningkatnya risiko penyebaran demam berdarah dengue (DBD), penyakit yang kini tidak lagi mengenal musim dan dapat terjadi sepanjang tahun.

    Kondisi ini membuat upaya pencegahan menjadi semakin krusial. Tidak cukup hanya mengandalkan satu cara, pencegahan DBD perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengendalian lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga pemanfaatan inovasi kesehatan sebagai bentuk perlindungan yang lebih menyeluruh.

    Ketua Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menjelaskan bahwa DBD memiliki karakteristik yang unik karena perjalanan penyakitnya memang sulit diprediksi.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Seorang anak dengan gejala awal DBD yang umum, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga mual atau muntah, kadang dapat mengalami perburukan yang cepat, seperti perdarahan hebat dan syok. Selain itu, dapat terjadi komplikasi lain seperti kejang dan penurunan kesadaran,” ujar Hartono dalam keterangannya.

    Ia menambahkan, anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Sekitar 75 persen kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5-44 tahun, dengan proporsi kematian terbesar, yakni sekitar 41 persen, terjadi pada anak usia 5-14 tahun. Hal ini dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang masih berkembang serta keterlambatan dalam mengenali gejala.

    “Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari pengendalian lingkungan melalui 3M Plus hingga perlindungan tambahan sebagai bagian dari pendekatan yang menyeluruh. Dalam praktiknya, tenaga kesehatan dapat membantu masyarakat memahami berbagai opsi pencegahan yang tersedia, termasuk imunisasi,” jelasnya.

    Sejalan dengan persetujuan terbaru dari BPOM, imunisasi dengue kini direkomendasikan bagi anak usia 4 hingga 18 tahun sebagai salah satu langkah perlindungan tambahan.

    Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026, Hartono juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap upaya pencegahan.

    “Dengan langkah sederhana namun konsisten, kita dapat melindungi diri sendiri sekaligus orang-orang terdekat dari bahaya infeksi DBD,” tutupnya.

    DBD sendiri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata kasus DBD dalam lima tahun terakhir meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan 20 tahun sebelumnya.

    Bahkan, siklus puncak kasus kini terjadi lebih cepat, dari sekitar 10 tahun menjadi tiga tahun atau kurang.

    Melihat tren tersebut, kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting. Dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026, PT Takeda Innovative Medicines bersama Halodoc melakukan kemitraan strategis untuk memperkuat upaya pencegahan DBD melalui peningkatan edukasi dan akses layanan kesehatan.

    Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menyampaikan bahwa dengue merupakan penyakit yang dapat berkembang menjadi kondisi serius dan mengancam jiwa.

    “Hingga saat ini belum ada obat yang spesifik untuk menyembuhkannya, sehingga penanganannya lebih berfokus pada pengelolaan gejala. Karena itu, pencegahan menjadi sangat penting,” ujarnya.

    Sebagai mitra Kementerian Kesehatan RI, Takeda berkomitmen mendukung target ‘Nol Kematian Akibat Dengue pada Tahun 2030’ melalui peningkatan pemahaman masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

    Senada, CEO & Co-founder Halodoc, Jonathan Sudharta, menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang mudah dan tepercaya di era digital.

    “Sebagai ekosistem kesehatan digital dengan lebih dari 20 juta pengguna aktif, Halodoc berkomitmen menghadirkan solusi terintegrasi DBD, mulai dari edukasi hingga langkah preventif seperti vaksinasi,” ujarnya.

    (tis/tis)


    Add

    as a preferred
    source on Google





    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSegini Gaji Dokter Magang atau Internship di Indonesia 2026 : Okezone Economy
    Next Article Vivo X300 Ultra Dipastikan Masuk RI, Intip Kecanggihan Kameranya
    admin
    • Website

    Related Posts

    Uncategorized

    Purbaya: Banyak Orang Tak Sadar, Kini Waktunya Serok-Serok!

    May 6, 2026
    Uncategorized

    Harga BBM Non Subsidi Naik, Bakal Ada Penyesuaian Lagi?

    May 5, 2026
    Uncategorized

    Kenalan dengan Konsep 3P dari Dokter Harvard yang Bikin BAB Lancar

    May 4, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Ekspor Tuna RI Melejit, Tembus USD1 Miliar : Okezone Economy

    adminMay 6, 2026

    Ekspor Tuna RI Melejit, Tembus USD1 Miliar (Foto: Okezone) JAKARTA – Industri…

    Ingub Pemilahan Sampah di DKI Jakarta Bakal Berlaku 10 Mei

    May 6, 2026

    ShopeePay Kenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet : Okezone Economy

    May 6, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Ekspor Tuna RI Melejit, Tembus USD1 Miliar : Okezone Economy

    adminMay 6, 2026

    Ekspor Tuna RI Melejit, Tembus USD1 Miliar (Foto: Okezone) …

    Nasional

    Ingub Pemilahan Sampah di DKI Jakarta Bakal Berlaku 10 Mei

    adminMay 6, 2026

    Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mulai menerapkan Instruksi Gubernur…

    Nasional

    ShopeePay Kenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet : Okezone Economy

    adminMay 6, 2026

    ShopeePay hadirkan kampanye Pasti Gratis Kirim Uang. (Foto: dok Ist) …

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Momen Mengerikan Ketika Pesawat Tabrak Drone di Dekat Bandara

    April 30, 20263 Views

    Sebulan Naik 205%, BEI Gembok Saham Bekasi Asri Pemula (BAPA)

    April 30, 20263 Views

    Mata Uang Asia Beda Nasib: Yen Terbang Cs, Rupiah Ambruk Paling Parah

    April 30, 20263 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.