Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Seorang siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur meninggal diduga bertahun-tahun mengenakan sepatu yang terlalu sempit. Selain menyisakan duka, kasus ini juga membuka pertanyaan, sebenarnya seberapa berbahaya memakai sepatu kekecilan?
Siswa SMKN 4 Samarinda bernama Mandala Rizky Saputra meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan, termasuk pembengkakan pada kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur, kondisi Mandala diketahui mulai menurun setelah menjalani praktik kerja lapangan sebagai pramuniaga yang mengharuskannya berdiri dalam waktu lama.
“Kondisi kesehatan siswa diketahui mengalami penurunan kondisi fisik, pusing, dan pembengkakan pada kaki,” tulis Disdikbud Kaltim, Selasa (5/5), seperti yang dikutip dari detikcom.
Pihak keluarga disebut menyampaikan bahwa ukuran sepatu Mandala sebenarnya 43-44, tapi ia mengenakan sepatu ukuran 40 karena keterbatasan ekonomi.
Meski Disdikbud Kaltim menegaskan belum ada diagnosis medis yang memastikan penyebab kematian terkait sepatu sempit, para ahli memang menyebut penggunaan sepatu yang tidak pas bisa memicu berbagai masalah pada kaki.
Sepatu sempit bukan cuma bikin lecet
Sepatu yang terlalu sempit bukan sekadar menyebabkan rasa tidak nyaman. Tekanan dan gesekan berulang pada kaki dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari lecet hingga perubahan bentuk kaki.
Mengutip dari Journal of Foot and Ankle Research, sepatu yang terlalu pendek atau sempit berkaitan dengan nyeri kaki dan berbagai kelainan bentuk kaki, terutama pada orang dewasa dan lansia.
|
|
Salah satu masalah paling umum adalah lecet, kapalan, dan mata ikan. Kondisi tersebut muncul ketika kulit terus-menerus mengalami tekanan atau gesekan sehingga tubuh membentuk lapisan kulit yang menebal sebagai perlindungan. Area kaki yang paling sering terkena adalah jari dan telapak bagian depan, terutama bila sepatu terlalu menekan.
Bisa memicu bunion dan jari bengkok
Tidak hanya itu, sepatu sempit juga dapat memicu atau memperburuk bunion, yakni kondisi ketika sendi ibu jari menonjol ke samping dan terasa nyeri. Penggunaan sepatu yang kecil dan ketat, dapat memperparah bunion karena jari kaki terus tertekan dalam ruang yang sempit.
National Health Service (NHS) Inggris juga menjelaskan tekanan berkepanjangan pada jari kaki dapat menyebabkan perubahan posisi sendi serta pembengkakan.
Risiko lain yang juga sering muncul adalah hammer toe, yakni kondisi jari kaki menekuk tidak normal karena terlalu lama dipaksa berada di ruang sempit. Sepatu yang tidak sesuai ukuran maupun bentuk kaki bisa menyebabkan tekanan berlebih pada jari dan bagian depan telapak kaki.
Pada beberapa orang, penggunaan sepatu kesempitan juga dapat memicu nyeri pada telapak bagian depan atau metatarsalgia.
Tekanan berulang pada area depan kaki membuat aktivitas berjalan terasa tidak nyaman, terutama bila dilakukan dalam waktu lama sambil berdiri. Yang sering luput diperhatikan, masalah sepatu ternyata bukan cuma soal nomor ukuran. Bentuk kaki dan lebar sepatu juga berpengaruh.
Seseorang bisa saja memakai ukuran yang terasa pas, tetapi tetap mengalami masalah bila bagian depan sepatu terlalu sempit dan membuat jari saling berhimpitan.
Tanda sepatu sudah terlalu sempit
Ada beberapa tanda sederhana yang bisa dikenali ketika sepatu sudah tidak cocok dipakai, di antaranya:
- jari terasa tertekan atau bertumpuk,
- sering lecet di titik yang sama,
- nyeri pada ibu jari atau telapak depan,
- kaki kesemutan atau mati rasa,
- hingga sepatu terasa nyaman hanya setelah dipakai lama.
Bila tanda-tanda tersebut terus muncul, sepatu sebaiknya segera diganti dengan ukuran dan bentuk yang lebih sesuai.
Kasus Mandala sendiri menjadi pengingat bahwa masalah sederhana seperti ukuran sepatu ternyata tidak bisa dianggap remeh, terutama bila disertai aktivitas fisik berat dan keterbatasan akses kesehatan.
(anm/els)
Add
as a preferred
source on Google


