Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan infrastruktur yang terdampak banjir bandang di Aceh sejak November 2025 belum mengalami pemulihan. (Foto :Okezone.com/PU)




JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan infrastruktur yang terdampak banjir bandang di Aceh sejak November 2025 belum mengalami pemulihan hingga saat ini. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU saat ini menangani secara permanen 20 lokasi di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh yang terdiri atas 15 ruas jalan dan lima jembatan. Di sejumlah ruas, pekerjaan dilakukan pada lebih dari satu titik kerusakan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Selain itu, penanganan permanen juga dilaksanakan pada 16 lokasi di Lintas Tengah Aceh yang mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi jalan maupun jembatan, penanganan lereng, perlindungan tebing sungai, pekerjaan struktur, hingga berbagai pekerjaan pendukung lainnya.

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus berjalan dengan progres yang positif dan berbagai langkah percepatan menuju pemulihan permanen juga terus dilakukan.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi,” kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

Salah satu progres penanganan permanen Lintas Tengah Aceh adalah Jembatan Lawe Mengkudu I yang terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 28 Juni 2026, pekerjaan telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.

Penanganan permanen dilakukan dengan membongkar jembatan lama yang terdampak bencana dan menggantinya dengan jembatan baru yang lebih aman serta mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Di koridor Lintas Timur, penanganan dilakukan pada 17 lokasi yang meliputi 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan, di antaranya:

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version